Senator Fachrul Razi: Ekonomi Digital Menjadi Peluang Masa Depan

PENJURU.ID | Banda Aceh – Senator Fachrul Razi, Ketua Komite I DPD RI, mengatakan era pandemi ini kebiasaan kita di era konvensional telah berubah bergeser menjadi metode virtual.

“Pendekatan Era Digital dimasa Covid -19 ini menurutnya tidak dapat diprediksikan sampai kapan bisa jadi tahun depan, bisa jadi 5 tahun lagi, atau 10 tahun lagi tergantung bagaimana Indonesia hari ini melakukan pendekatan terhadap pandemi yang sangat luar biasa ini bisa juga nanti kita berdamai dengan pandemi ini”, ujarnya.

Hal ini disampaikan Ketua Komite I DPD RI asal Aceh ini saat menjadi narasumber di Seminar Nasional Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa, (28/9/2021).

Seminar dengan tema ‘Bisnis Kreatif di Era Digital, Mendukung Ekonomi Indonesia Tangguh dan Tumbuh’, pada kesempatan yang baik ini juga dihadiri Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H. Maning, Wak Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan, Wakil Rektor 4 USK Prof. Dr. Hizir Sofyan, Dekan FMIPA USK Prof. Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc dan civitas akademika USK.

Seminar ini diikuti oleh peserta secara virtual yang berasal dari mahasiswa jurusan Statistika di seluruh Indonesia.

Menurut Fachrul Razi, Trend Transformasi Digital Pasca Covid-19 secara Global, pada tahun 2025 diprediksi bahwa 85 juta pekerjaan manusia saat ini mungkin akan hilang lalu terganti dengan pembagian kerja antara manusia dengan mesin. Adapun 97 Juta pekerjaan baru mungkin akan muncul sehubungan dengan adaptasi pembagian kerja antara manusia, mesin dan alogaritma.

“Peluang anak-anak muda di Indonesia sangat terbatas sekali, jumlah pengusaha 11 juta itu sangat rendah sekali dan usia muda hanya 5 juta, saat ini pemerintah sedang membentuk sinergisitas hubungan daerah dengan daerah lain” ujarnya.

Alumni FISIP Universitas Indonesia ini menambahkan, Data perdagangan ekspor Indonesia selama Pandemi Covid-19 meningkat pesat, maka menurutnya ada peluang besar untuk anak muda membangun pola pikir global peluang masuk pada sektor ekonomi digital.

“Ekonomi digital ini menjadi tantangan dan menjadi peluang luar biasa apalagi pengguna internet kita 202 juta. Aceh sangat kecil marketnya, tetapi kalau bisa memanfaatkan market Indonesia dengan 44 Miliar US Dollar Nilai Ekonomi Digital yang berputar dan Pemuda Milenial bisa memainkan produk² yang bisa dijual, seperti produk lokal secara digital” terangnya.

Terakhir Senator Fachrul Razi memaparkan ada 4 Hal yang menjadi konsentrasi pembangunan Ekonomi Digital diantaranya :

1. Infrastruktur Digital
2. Pemerintah Digital
3. Ekonomi Digital
4. Masyarakat Digital

Senator Fachrul Razi mengatakan, “kedepannya ekonomi digital mencetak 9 juta SDM bertalenta digital yang semuanya itu diharapkan bisa memberikan peluang besar untuk generasi muda dalam mengisi kesempatan di Era Globalisasi teknologi dan Era Digitalisasi”. (Red. Fiyan)

Pos terkait