PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Aktivis lingkungan hidup Samanhudi atau lebih dikenal Ki Jaga Kali mengajak warga sekitar untuk berpartisipasi atau mau melakukan apapun yang sesuai potensi untuk mengelola sumber daya alam ini. Hal itu disampaikannya saat milad ke-2 KiJaga kali dengan mengadakan sedekah bumi dimeriahkan pagelaran wayang kulit, di Tanggul SS Kali Butek, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, pada Senin (22/9/2025) malam.
“Saya itu tidak ingin maju sendiri,
justru ingin maju bersama-sama, selain kita kesadaran kita menjaga lingkungan, ekonomi kerakyatan juga bisa tumbuh di sini. Karena sumber dayanya ada dan luas,” ucap Ki Jaga Kali saat sambutan di milad ke-2.
Ia mengatakan, kalau Bapak-bapak mau memelihara ikan dengan metode tambang atau keramba apung, lokasinya ada sudah kita siapkan. Nah, kenapa saya melakukan begitu?, supaya ekonomi kerakyatan yang ada di sini itu tumbuh. Karena sumber dayanya ada, sumber dayanya luas. Kali di sebelah kita ini belum tergarap hanya baru beberapa meter nih untuk potensi perairan ikannya. Baru tergarap hanya baru beberapa.
“Saya berharap Bapak-bapak atau semua saudara-saudara kalau mau berpartisipasi atau mau melakukan apapun yang sesuai potensi sumber daya alam ini silahkan, kita ngobrol. Kita justru ingin bersama-sama bagaimana saudara kita, tetangga kita, itu bertumbuh secara ekonomi, bertumbuh secara wawasan, sehingga kita diakui,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kabar gembira,
Sebagai kaum tani, alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Bekasi kemarin itu mengesahkan LP2B. Artinya, sederhana ya nanti hak-hak petani kaitan misalnya bibit murah, sarana irigasinya itu akan dibenahi oleh pemerintah daerah dan sampai dengan hasil panennya akan dihargai.
“Kenapa ini saya sampaikan, ini penting bagi kita semua kaum petani dan saya hanya mengambil peran, mengambil posisi, supaya informasi dari pemerintah sampai ke telinga Bapak-bapak atau ke kuping kita semua. Jadi insyaallah mudah-mudahan ke depan, petani ini ibaratnya mulai dimanja, mulai dilirik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, alhamdulillah kan irigasinya sudah bagus. Kabar gembira lainnya juga, irigasi ini nanti 2026 akan dibangun dengan sistem ngecor miring. Mulai dari jalur sana, Cabang Pulo Bambu sampai Sindangjaya, kemungkinan sampai ke Jayabakti itu akan dibangun. Jadi nanti petani tidak kekurangan air, air tuh lancar, tidak seperti sekarang ini, ngalirnya tidak merata.
“Oleh karenanya kita harus semangat, tetap harus semangat, petaninya harus bersatu. Harus sering-sering ketemu, sering-sering ngobrol dan Alhamdulillah sengaja saya bikin acara ini supaya kita saling mengenal, supaya Bapak-bapak juga tahu yang saya ingin lakukan itu apa ditempat ini. Ini tempat istirahat Bapak-bapak juga. Ditempat ini kita sediakan air minum, kopi, silahkan kalau Bapak-bapak mau mampir istirahat,” imbuhnya.
Jadi inilah tempat kita ngobrol, kata Kijaga Kali, bagaimana kita memecahkan persoalan yang ada di sini. Dan insya Allah juga nanti saya berusaha perbaiki saluran-saluran yang pakai pipa rusak, talang-talangnya, waktu perbaikan kali.
“Kita usulin kepada Kepala Dinas SDA atau melalui BBWS lagi atau aspirasi-aspirasi Dewan. Bagaimana saat ini?. Jadi mohon diterima keberadaan saya di sini. Yang pertama, saya bukan orang mana-mana, saya lahir di sini, dibesarin di sini, lalu saya mencari pengalaman muter kemana-mana dan saya balik ke sini. Buat apa? Artinya, pengalaman saya, hidup saya, disisa hidup saya ini biar bermanfaat terhadap sesama. Saya pilih jalur petani,” tutupnya.
Ki Jaga Kali berharap, mudah-mudahan niat baik saya diterima oleh Bapak-bapak, jangan sungkan mari kita bicarakan bersama ditempat ini yang menyangkut kebutuhan petani atau apapun yang menyangkut petani.





