PENJURU.ID| Kabupaten Tangerang – Warga RT 12/05, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setelah pembangunan turap dan fasilitas ruang terbuka yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut warga, setiap kali hujan turun, meskipun dengan intensitas tidak terlalu tinggi, kawasan permukiman mengalami genangan air hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai dan berukuran terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan.
Warga menilai pembangunan yang menggunakan dana APBD tersebut tidak didukung dengan perencanaan yang matang, khususnya terkait analisis dampak terhadap sistem pembuangan air di lingkungan sekitar.
“Dulu tidak separah sekarang. Setelah pembangunan turap dan fasilitas ruang terbuka, air lebih mudah meluap karena saluran drainasenya kecil,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut, termasuk memperbaiki saluran drainase agar mampu mengalirkan air dengan baik dan mencegah banjir berulang.
Warga juga meminta adanya kajian teknis yang komprehensif terhadap seluruh pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut agar penggunaan dana APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan permasalahan baru.





