PENJURU.ID | Jeneponto – Kondisi di SPBU 74.923.01 Bulo-Bulo semakin memprihatinkan. Aktivitas sekelompok orang yang diduga kuat sebagai mafia solar kembali menimbulkan keributan dan merusak ketertiban di area pengisian BBM bersubsidi.
Berdasarkan pantauan sumber di lokasi, para pelaku tampak saling berebut giliran dan beradu mulut hanya untuk memastikan jergen mereka mendapat prioritas pengisian solar.

Jergen-Jergen Berserakan
Pemandangan jergen-jergen yang berserakan di sekitar dispenser membuat area SPBU seolah berubah menjadi “pos pengisian khusus” mafia solar, bukan lagi tempat pelayanan kendaraan umum.
Aksi rebutan jatah ini jelas melanggar aturan operasional SPBU dan diduga menjadi praktik penyalahgunaan terstruktur yang telah berlangsung lama.
Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, meresahakan antrian pengguna roda dua dan roda empat, sementara para pelaku justru leluasa menguasai jalur pengisian.
“Mereka ribut soal jatah jergen. Sampai adu mulut di depan dispenser, sementara pengendara lain terpaksa menunggu lama,” ungkap seorang saksi, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 10.56 Wita.
Kisruh yang terus berulang ini memperkuat indikasi lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di SPBU Bulo-Bulo.
Celah tersebut diduga dimanfaatkan mafia solar untuk beroperasi tanpa takut ditertibkan, padahal regulasi migas secara tegas melarang praktik penimbunan, penyimpangan, dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

SPBU Bulo-Bulo Jeneponto
Warga pun semakin geram. Minimnya kehadiran aparat di lokasi dinilai membuat SPBU tersebut menjadi “zona nyaman” bagi mafia solar, sementara masyarakat kecil yang seharusnya menerima manfaat subsidi justru menjadi korban.
Masyarakat mendesak pihak kepolisian, Pertamina, dan instansi terkait untuk turun tangan secara tegas dan segera.
Penertiban menyeluruh dinilai mendesak agar distribusi solar bersubsidi kembali tepat sasaran dan keamanan serta kenyamanan pengguna SPBU dapat dipulihkan.





