PENJURU.ID | KARANGANYAR – Salah satu jejak peninggalan prasejarah dibuktikan dengan ditemukannya ratusan menhir yang tersebar di areal persawahan Dusuh Ngasinan, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang dikenal dengan nama Situs Watu Kandang. Situs tersebut adalah salah satu jejak peninggalan prasejarah di Bumi Intanpari.
Para arkeolog berpendapat Situs Watu Kandang di Matesih diperkirakan berasal dari zaman Megalitikum dan terus berkembang hingga abad XII M.
Situs Watu Kandang Matesih berupa bangunan temu gelang (stone enclosure), yaitu sekelompok batu (menhir) yang disusun dalam bentuk formasi temu gelang. Formasi ini oleh penduduk setempat sering disebut dengan istilah watu kandang.
Setelah dilakukan penelitian pada situs Matesih, beberapa artefak ditemukan yaitu antara lain gerabah, fragmen keramik asing, fragmen besi, manik-manik dan bekas liang lahat.
Jika diinterpretasikan, bangunan-bangunan batu yang ada di kedua situs ini berfungsi sebagai tempat pemujaan sekaligus tempat penguburan. Batu-batu yang ada di watu kandang merupakan tatanan batu gelang (stone enclosure).
Struktur batu temu gelang yang ada di Situs Watu Kandang Matesih terdiri dari beberapa variasi bentuk, seperti persegi panjang, oval, dan tidak beraturan. Ukurannya ada yang besar (panjang atau diameter lebih dari 150 cm) dan ada pula yang berukutan kecil (panjang atau diameter kurang dari 150 cm).
Mirip Stonehenge
Selain itu ditemukan juga beberapa menhir atau bebatuan yang berdiri tegak menjulang ke angkasa sebagai lambang arwah nenek moyang alias menhir di Situs Watu Kandang Matesih. Tahta batu itu sering disebut dengan kursi batu.
Bebatuan yang berdiri tegak di lahan seluas dua hektare itu mirip lokasi stonehenge di Inggris. Warga setempat sengaja tidak menyingkirkan bebatuan itu karena menyadari bahwa menhir tersebut merupakan situs prasejarah.
” Ada sekitar 599 menhir dengan ketinggian sampai tiga meter di wilayah tersebut. Dalam satu formasi utuh biasanya ada sekitar 10 batu.” kata Giyatno Juru kunci situs tersebut saat di konfirmasi penjuru.id, Jumat (20/8/2021).
“Ada yang sudah roboh, ada yang dirobohkan agar bisa ditanami. Karena waktu dulu kan warga tidak tahu,” paparnya.
” Karena Pendemi Covid – 19, untuk sementara Situs Watu Kandang di tutup untuk umum karena PPKM sesuai anjuran pemerintah.” pungkasnya.( Adi Penjuru )




