PENJURU. ID | Jeneponto – Salah satu kebanggaan bagi setiap desa apabila mengetahui sejarah dan kelahirannya yang memberikan sesuatu makna dan nilai historis dan yuridis yang harus senantiasa tetap dijaga dan dipertahankan eksistensinya sebagai sumber motivasi moral bagi masyarakatnya.
Terbentuknya suatu wilayah baik itu wilayah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa tentunya masing-masing memiliki sejarah kelahiran makna nilai historis dan wajib dikenang, salah satunya Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto pada 19 September 2023 akan merayakan hari jadi Desa.
Sebelum dimekarkan, wilayah desa Allu Tarowang dibawa naungan Desa Tarowang dan terbagi dua Lingkungan yakni sebagian Lingkungan Allu dan Lingkungan Laulo yang kini disebut wilayah dusun ditingkat desa.
Diketahui Kampung Kappoka yang sekarang masuk wilayah desa Allu Tarowang yang dulunya masuk wilayah Lingkungan Allu Desa Tarowang sedangkan Kampung Laulo, Lappara, Parang 1, Parang 2 dan Kampung Goyang tergabung satu lingkungan juga dibawa naungan desa Tarowang.
Konon katanya, Sebelum Desa Tarowang memekarkan Desa Allu Tarowang secara historis Desa Tarowang dibawa naungan kerajaan dan memiliki Tunrung Tallu (gendang tiga) atau disebut budaya yang sering kali digunakan setiap perayaan kerajaan tarowang itu dimiliki desa Allu Tarowang.
Hal itu dipaparkan langsung Kepala Desa Allu Tarowang, Mansur Daeng Ali yang sebelumnya pernah menjabat mulai tahun 2000 sampai 2007 kini kembali diberikan mangdat oleh masyarakat pada dipilkades lalu masa bakti 2022-2027.
Disembari dikediamannya menanyakan antusiasnya melaksanakan hari jadi desanya, pasalnya Desa Allu Tarowang selama dimekarkan hingga kini berusia 30 tahun diketahui belum pernah merayakan hari jadi namun menurutnya ia lakukan untuk diketahui asal usul desa dan juga merupakan bahan Evaluasi disetiap tahunnya.
“Mengingat usia desa masuk 30 tahun, yang perlu kita ketahui bagaimana perkembangan mulai tahun pertama hingga saat ini itu kita jadikan sebagai motivasi kinerja kita di pemerintahan desa lebih maju, baik dari pembangunan SDM, SDA hingga ke prioritas pembangunan pisiknya.”ujar Mansur Daeng Ali, Kamis (07/09/2023)
Jelang hari jadi, Kepala Desa Allu Tarowang berharap masyarakatnya datang berbondong-bondong merayakan dan mengucapkan rasa syukur kita diusia desa yang ke 30 tahun ini baru pertama pertama kita rayakan.
“Selaku pemerintah desa, melalui hari jadi Desa kita ini, kami berharap antusias masyarakat datang bersama sama mensyukuri hari jadi Desa kita ini dan pada momen ini tiada lain saling memberikan motivasi satukan persepsi persamaan dalam hal membangun baik dibidan ekonomi melalui BUMDES, BPD dan organisasi kepemerintahan demi mewujudkan sinergitas bersatu membangun desa Allu Tarowang.” harap Mansur.
Terpantau jelang hari jadi Desa, paniti desa gelar berbagai jenis perlombaan diantaranya Lomba bola mini dewasa dan anak anak serta volley putri selanjutnya pada harinpuncak perayaan disemarakkan gelaran seni pamancak budaya asli Jeneponto.
Pewarta: Mail




