Santoso: Pada Pandemi Sekarang, Masyarakat Harus Bisa Ciptakan Lumbung Pangan di Lingkungan

KOTA BLITAR- Dalam upaya mencegah penyebaran covid-19, Walikota Blitar motivasi warga masyarakat agar tetap kompak gotong royong selama pandemi Covid 19 dengan menerapkan secara serius Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro. Hal ini disampaikannya saat Walikota bersama Forkopimda Kota Blitar monitoring pelaksanaan PPKM Mikro dan menyerahkan bantuan masker kepada Ketua Posko di RW 07 Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Kamis (25/03/2021). 

Dalam pemaparannya Walikota menjelaskan, disaat seperti ini warga harus bisa menciptakan lumbung pangan setiap lingkungan. Melalui PPKM yang sudah memasuki tahap ke 4 ini, prinsipnya tetap bertujuan yang sama, yakni bagaimana masyarakat sudah bisa mandiri bergotong royong menekan penyebaran Covid 19, melalui perhatian dan motivasi terhadap warga terpapar akan lebih cepat mencapai proses kesembuhan.

Selain itu orang nomor satu di Pemkot Blitar ini juga berpesan kepada masyarakat yang belum menjalani Vaksin agar tidak perlu takut, selain dihalkan oleh MUI, Vaksin Covid 19 terbukti aman. Ini adalah sebuah cara agar pandemi Covid 19 segera hilang kususnya di Kota Blitar. 

Masih kata Walikota, dengan status sekarang Kota Blitar masuk zona hijau, dirinya yakin tingkat kejenuhan orang tua mendidik putra putrinya selama sekolah Daring seringkali menjadi pemicu kemarahan orang tua. 

“Kota Blitar sudah mulai memberlakukan pendidikan tatap muka, ini menunjukan indek keberhasilan dibidang pelayanan kesehatan. Semua itu berkat dukungan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan selama pandemi dan alhamdulillah Kota Blitar sudah mulai aktif lagi sekolah tatap muka, tapi juga harus mentaati protokol kesehatan,” tandasnya. 

Diketahui sebelumnya pada hari Senin 22 Maret, Pemerintah Kota Blitar mulai menggelar sekolah tatap muka untuk Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Baik sekolah negeri maupun swasta dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dengan membatasi jumlah siswa yang masuk. 

Ketika masuk sekolah siswa wajib diperiksa suhu tubuhnya dan tangannya disemprot disinfektan, saat masuk kelas terpasang sekat plastik di setiap meja. Disamping itu, pihak sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan face shield untuk dipakai siswa selama mengikuti proses belajar di kelas di mejanya. (hms) 

Pos terkait