PENJURU. ID | Jeneponto – Safri, S.Pd., M.Pd., M.H., yang akrab disapa Daeng Ngerho, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Sosok yang dikenal sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus aktivis sosial ini memenuhi undangan masyarakat untuk membawakan ceramah agama pada acara ta’ziah 10 hari wafatnya Almarhumah Naisa binti Jumaleng di Dusun Mindagarassi pada malam Senin, 17 November 2025.
Acara ta’ziah yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh keluarga almarhumah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam ceramahnya, Safri menyampaikan pesan keikhlasan, ketabahan, pentingnya sedekah, memperkuat silaturahmi, serta menjaga shalat lima waktu. Ia juga menekankan kewajiban berbakti kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului.
“Alhamdulillah, malam ini saya kembali diberi kesempatan untuk memenuhi amanah masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulianku terhadap sesama, dan semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua,” ujar Safri.
Ia juga mengajak jamaah untuk “kembali ke Ka’bah”, yang dimaknainya sebagai ajakan menegakkan shalat lima waktu dan meningkatkan ketakwaan sebagai umat Islam.
Figur Muda dengan Peran Beragam
Safri merupakan Wakil Ketua DPC PPP Jeneponto, sekaligus tokoh muda yang dikenal luas sebagai pendidik, aktivis, dan pejuang keadilan sosial.
Ia menjabat sebagai Direktur PT Pupuk Super Tani Indonesia Sulawesi Selatan, serta aktif sebagai Ketua ORMAS DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Jeneponto.
Dengan latar pendidikan di bidang pendidikan dan hukum, Safri konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat, termasuk akses bantuan hukum yang lebih inklusif melalui advokasi peran paralegal. Kredibilitas intelektual dan kepemimpinannya menjadikannya salah satu figur muda potensial dalam peta politik lokal Sulawesi Selatan.
Pada Pilkada Jeneponto 2024–2029, Safri bahkan sempat maju sebagai bakal calon Wakil Bupati mendampingi Dr. Jahidin, M.Si., dengan visi pembangunan berbasis sektor unggulan seperti pertanian, irigasi, industri garam, dan ketahanan pangan desa.
Kiprah sosial, politik, dan keagamaannya menjadikan Safri sebagai tokoh muda yang terus hadir di tengah masyarakat, baik dalam isu publik maupun kegiatan keumatan.





