PENJURU.ID | Yogyakarta – Covid-19 semakin mencekam di provinsi DIY karena semakin hari semakin meningkat, apalagi pada hari ini jumat (31/7/20) kasus covid-19 di DIY mencapai 65 kasus, dimana hari ini merupakan kasus terburuk dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi apabila dikomulatifkan di provinsi DIY sudah mencapai angka 674 kasus covid-19.
Menurut laporan juru bicara Penanganan covid-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih menyatakan hari jumat ini merupaka angka terbesar dalam sepanjang sejarah covid-19 di provinsi DIY yang mencapai 65 kasus, yang mana sebelumnya kasus terbesar pada bulan maret yaitu mencapai 28 kasus.
Temuan adanya kasus melonjak ialah dari hasil pemeriksaan sebanyak 1.085 sampel dari 760 orang, “adapun kasus terbanyak dari kabupaten Sleman sebanyak 28 kasus disusul oleh kabupaten Bantul sebanyak 23 kasus, kota Yogyakarta 9 kasus, Gunungkidul 4 kasus dan dari Kulonprogo tidak ada kasus sama sekali”, ungkap Bety Murtiningsih pada jumat (31/7/20).
“Distribusi berdasarkan riwayat yakni screening karyawan kesehatan sebanyak 26 kasus, melalui kontak tracing sebanyak 9 kasus, melalui perjalanan luar daerah sejumlah 3 kasus, yang belum ada keterangan sejumlah 24 kasus, screening pasien pra operasi sebanyak 1 kasus, dan yang terakhir screening karyawan ada 1 kasus”, lanjut Juru bicara penanganan covid-19 Berty Murtiningsih

Sampai dengan saat ini kasus yang dinyatakan sembuh, ialah di kota Yogyakarta belum ada kasus, di kabupaten Bantul sebanyak 8 kasus, dikabupaten Kulonprogo belum ada, dikabupaten Gunungkidul 5 kasus dan terakhir dikabupaten Sleman sebanyak 4 kasus, selain itu ada pula pasien yang dinyatakan meninggal yang terdiaknosis positif covid-19 ialah kasus yang ke 674, seorang berjenis kelamin laki-laki berusia 87 tahun dari warga Gunungkidul dengan kormorbid Strok.
“Sampai dengan hari ini jumat (31/7/20) korban meninggal akibat covid-19 di provinsi DIY sudah mencapai angka 20 kasus”, ungkap Berty Murtiningsih. Sedangkan ada laporan PDP meninggal dunia 1 orang yakni laki-laki berusia 38 tahun yang merupakan warga kota Yogyakarta masih menunggu proses dari laboratorium dan dalam kondisi belum diswab.
(ES)





