Peringatkan Tatu-Pandji, Kelompok Serang Barat Plus Turun Aksi

Unjukrasa Kelompok Serang Barat plus didepan gedung Pemkab Serang

PENJURU.ID | Serang – Kelompok Serang Barat Plus yang terdiri dari beberapa organisasi turun aksi siang kemarin, Senin (8/3/21) di depan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Aksi tersebut dalam rangka mengingatkan Pekerjaan Rumah (PR) Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa agar tidak terlena dengan euforia kemenangannya.

Kelompok aksi terdiri dari Ikatan Mahasiswa Bojonegara Pulo Ampel (IKMBP), Ikatan Mahasiswa Kramatwatu (IMK), Himpunan Mahasiswa Waringinkurung (HIMAWAR) dan Himpunan Mahasiswa Gunung Sari (HIMAGU).

Naufal Rohman selaku Koordinator lapangan (korlap) dalam aksi tersebut menyebutkan beberapa tuntutan yang diajukan. Pihaknya juga meminta Pemkab Serang menindak tegas galian C yang ilegal di Waringinkurung dan Bojonegara Pulo Ampel.

“Banyaknya jalanan rusak dan jalan-jalan yang belum dibeton juga menjadi tuntutan kami. Kurangnya APD lengkap di Puskesmas Waringinkurung, kemudian di Gunungsari belum adanya sektor keamanan,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKMBP, Ari Dailami, menjelaskan bahwa kelompok Serang Barat Plus adalah syarat dalam mewujudkan Kabupaten Serang Maju yang diinginkan Pemerintah Kabupaten saat ini.

“Kami yang terdiri organisasi mahasiswa kecamatan yang berada di Serang Barat menggabungkan diri dalam forum/aliansi Kelompok Serang Barat Plus adalah sebagai kontrol sosial di masyarakat, mahasiswa perlu menyikapi persoalan yang terjadi tentang kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat,” katanya.

Melihat kondisi ini, ia menilai mahasiswa yang bergerak atas dasar solidaritas sebagai organisasi gerakan kontrol sosial yang peduli atas ketidakadilan, menyatukan tekad dan memantapkan hati untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pendopo Bupati Serang, serta pihaknya ingin berkolaborasi bersama Pemkab Serang seperti daerah-daerah lain yang sudah terlebih dahulu dan dinilainya maju.

“Kami menilai, aksi ini adalah awal mula gerakan Kelompok Serang Barat Plus yang nantinya kedepan akan menghiasi Pemkab Serang, Sebagai pengingat janji-janji kampanye Tatu-Pandji dan pekerjaan rumah (PR) yang belum di realisasikan. Dan yang paling penting adalah kami sangat menginginkan kolaborasi bersama Pemkab, komunitas, LSM, Organisasi Masyarakat dan kepemudaan untuk mencari solusi dari setiap permasalahan menuju kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Serang,” ucap Ari.

Berdasarkan informasi dari Ketua Umum Pengurus Pusat IKMBP, Ari Dailami mengungkapkan aksi ini dilakukan guna mengawal serta memberi suport kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serang untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya.

Ari menganggap kepemimpinan pada periode yang lalu, Pemkab Serang masih gagal dalam mensejahterakan masyarakat Serang, khusunya Serang Barat. Ia menilai, apabila berbicara mengenai Serang Barat, maka masih jauh dari kata sejahtera.

“Padahal, di sini (Serang Barat) seluruh sektor lengkap disini, mulai dari pariwisata, ekonomi, industri dan lain lain. Seharusnya Pemkab Serang Bisa memanfaatkannya dan menjadikan Kabupaten Serang sebagai Kabupaten yang masyarakatnya sejahtera. Tetapi pada faktanya Kita Lihat Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang bahkan hingga saat Ini belum bisa tertangani oleh Pemkab Serang, salah satunya Puspemkab,” pungkasnya.

Di samping itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Waringinkurung (HIMAWAR), Kirom, mengatakan bahwa dalam momentum 11 hari kerja Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa jangan terlena dengan euforia kemenangannya, karena banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus direalisasikannya.

“Dalam 11 hari kerja Bupati dan wakil bupati yang baru saja di lantik ini, banyak PR yang harus di realisasikan dan di tegakan dalam proses penyelenggaraan pemerintah, teruntuk waringinkurung yg mana masih banyak persoalan yg sampai saat ini belum bisa di pecahkan dan diskusikan secara solutif, contohnya pertambangan yg masif dan sampah tidak diakomodir sehingga berdampak kepada kegelisahan masyarakat, ini menjadi catatan untuk dijadikan Rencana Kinerja dalam satu periode ke depan,” katanya.

Selain itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Gunungsari (HIMAGU), Suba’i, menuturkan kelompok Serang Barat Plus adalah aliansi dari beberapa organisasi mahasiswa primordial tingkat kecamatan yang berada di Kabupaten Serang Bagian Barat. Adapun melakukan aksi ini, bertujuan menyampaikan aspirasi kepada bupati terpilih periode 2021-2026.

“Maka kami menyampaikan aspirasi dengan beberapa permasalahan yang ada khususnya di daerah serang barat mulai dari bentuk pembangunan, kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya yang memang perlu di perhatikan oleh bupati dan wakil bupati yang terpilih dalam lima tahun kedepan,” tuturnya.

Suba’i berharap, semoga di masa periodesasi kedua ini, adanya pembangunan yang merata yang sudah seharusnya masyarakat Serang dapatkan.

“Kami sangat berharap masyarakat serang barat dapat keadilan yang seharusnya kami didapatkan, sesuai apa yang jadi perbincangan masa pencalonan dengan kata memberi bukti bukan janji. Maka dari itu kami menagih bukti dan tidak peduli janji,” harapnya.

Terdapat 47 tuntutan dari Kelompok Serang Barat Plus, 10 diantaranya, Tindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan Reklamasi Pasca Tambang bagi Perusahaan tambang yang telah selesai beroperasi, tutup galiansi yang illegal, Sidak pelanggar perusahaan illegal, mengintruksikan perusahaan-perusahaan tambang untuk membuat gorong-gorong, tindak tegas perusahaan yang membuang limbah dan mencemari lingkungan, tindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki izin, Amdal dan illegal., Pengalokasian kendaraan besar yang melebihi kapasitas, merealisasikan 40,3KM, Realisasikan subsidi APBN 20%, percepat Vaksinisasi untuk pelajar, agar cepat kembali tatap muka.

 

Pos terkait