PENJURU.ID | Kabupaten Bekasi – Sudah lebih dari satu bulan adanya pekerjaan galian fiber optik yang tak kunjung selesai, diantaranya di Jalan KH Fudholi dan Jalan Ki Hajar Dewantara Desa Karang Asih,Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi membuat resah para pengguna jalan dan warga setempat. Terkait hal itu, Tim penjuru.id mencoba mengkonfirmasi dengan mendatangi kantor Desa Karang Asih.
Saat ditemui, Arifin sebagai Kaur Perencanaan Desa. menerangkan bahwa beberapa waktu yang lalu sudah menghubungi pelaksana galian tersebut untuk meminta bertemu guna mempertanyakan pertanggung jawaban atas pekerjaan tersebut namun tidak ada jawaban.
“Saya sudah hubungi pelaksananya, Kami mau bertemu dan mempertanyakan tanggung jawabnya atas galian yang sedang dikerjakan, namun sangat disayangkan pihak pelaksana tidak mengindahkan permintaan kami untuk meminta penjelasannya. Kami dari pihak Pemdes akan terus mengawal dan meminta pihak terkait agar sesegera mungkin menyelesaikannya,” ungkap Arifin kepada tim penjuru.id, Senin ( 14/03/2022 ) pagi.
Selain dinilai tidak bertanggung jawab, pelaksanaan tersebut juga diduga tidak mengantongi izin yang jelas. Karena dari awal pengerjaan tidak ada konfirmasi atau izin kepada pihak pemerintah desa, bahkan RT RW setempat pun tidak menerima laporan adanya galian.
“Ya sejak awal pengerjaan dari pihak pelaksana tidak ada yang mendatangi kami (Pemdes) untuk konfirmasi kepada pihak Desa. Bahkan sampai ada keluhan dari masyarakat yang memang terganggu dengan adanya galian tersebut, Kami selaku Pemerintah Desa langsung menanggapi hal tersebut dan langsung kami hubungi pelaksananya. Namun sangat disayangkan pihak pelaksana tidak memberi kejelasan dan tanggung jawabnya,” terang Arifin.
Senada dengan Arifin, Ardiansyah selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Karang Asih juga menyatakan bahwa pelaksana tidak bertanggung jawab dan terkesan meninggalkan pekerjaan yang belum selesai begitu saja.
“Ini pelaksana gak ada tanggung jawabnya, juga gak ada konfirmasi apapun sama pihak Desa maupun pihak lainnya. Kalau ada manfaatnya buat masyarakat ya gak masalah, ini bukannya kasih manfaat malah kasih kami masalah. Kami dari pihak Desa sangat kecewa dengan kejadian ini,” ungkap Ardiansyah.
Bersama dengan itu, dihubungi via telepon whatsaap. Dedeng, selaku Babinsa Karang Asih menjelaskan bahwa sudah menghubungi pihak yang terkait menyampaikan kekecewaannya dan geram dengan pekerjaan galian tersebut yang dinilai ditinggalkan tanpa penyelesaian yang dampaknya sangat meresahkan pengguna jalan dan warga sekitar.
“Sebelumnya saya juga sudah hubungi pelaksana tersebut agar segera menyelesaikan pekerjaannya, namun hingga saat ini tidak ada jawaban dari yang bersangkutan. Maka dari itu saya himbau kepada masyarakat, jika memang mengganggu, tutup saja itu lubangnya,” tegasnya.
Atas kejadian ini pihak Pemerintah Desa sangat berharap kepada pihak pelaksana agar dapat mengkonfirmasi dan duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Saya tegaskan kepada pelaksana pekerjaan tersebut untuk segera konfirmasi kepada kami dan duduk bersama guna menyelesaikan persoalan ini sesegera mungkin, agar masyarakat kembali nyaman seperti sediakala,” tutup Arifin.





