PENJURU. ID | Jeneponto — Suasana makan siang Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, bersama sejumlah anggota di warung sederhana depan Mapolres berubah menjadi momen penuh haru pada, Selasa (02/12/2025) siang tadi.
Ketika sedang menikmati hidangan, Kapolres melihat enam pemulung seorang ibu bersama lima anaknya melintas sambil membawa karung berisi barang rongsokan. Tersentuh melihat kondisi mereka, Kapolres spontan menyapa dan memanggil mereka untuk duduk bergabung di meja makan.
Ibu dan kelima anaknya pun dipersilakan duduk di samping Kapolres dan beberapa perwira Polres Jeneponto. Dengan penuh empati, Kapolres menanyakan bagaimana kondisi hidup mereka sehari-hari, termasuk penghasilan rata-rata dari memulung.
Sang ibu menjawab lirih bahwa ia hanya mampu memperoleh sekitar Rp20 ribu per hari untuk menghidupi keenam anggota keluarganya. Mendengar hal itu, Kapolres tampak tertegun.
“Kami bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir untuk masyarakat yang sedang kesulitan. Kepedulian kecil seperti ini mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar AKBP Widi Setiawan dengan nada penuh empati.
Kapolres kemudian menawarkan mereka makan siang bersama. Namun, sang ibu dan anak-anaknya dengan sopan memilih untuk membungkus makanan yang telah dipesankan Kapolres dan bantuan sembako agar dapat dibawa pulang dan dinikmati bersama di tempat tinggal mereka.
“Kalau ada waktu, datang saja ke Mapolres. Kami akan bantu semampu kami,” tambah Kapolres sembari menyerahkan paket makanan tersebut.
Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menunjukkan sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada warga yang benar-benar membutuhkan.



