PENJURU.ID | Probolinggo – Korban banjir yang merendam empat Desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus – menerus mendapatkan perhatian dari Pemerintah maupun dari kalangan relawan yang menggalang dana.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Paguyuban Probolinggo Peduli Banjir, menggelar Bakti Sosial membagikan ratusan paket sembako dan ratusan masker yang diberikan secara langsung di Desa Kedungdalem, Minggu (14/03/2021).
Ma’at, S.AB (42) selaku Ketua Paguyuban Peduli Banjir Dringu, menerangkan sebanyak 100 paket sembako dan 100 masker diberikan ke warga secara langsung dengan cara door to door.
“Sebanyak 100 paket sembako dibagikan ke warga terdampak, dan 100 buah masker kami bagikan ke pengguna jalan,” Terang Ma’at yang juga berprofesi sebagai wartawan.
Ma’at menambahkan kepada masyarakat agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah yang telah terjadi beberapa hari lalu.

“Semoga warga yang terdampak banjir bisa bersabar dalam menghadapi ujian ini, dan semoga banjir tidak datang lagi, kami juga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol agar derita warga tak terulang kembali,” Tambah bapak dua anak ini.
Sementara itu, Fery Ahmad Effendi (32) mengungkapkan sumber dana yang diperoleh dari rekan – rekan alumni STIA Bayuangga yang tergabung dalam paguyuban tersebut.
“Total dana yang telah kami peroleh dibelanjakan berbagai macam jenis sembako di antaranya mie instan, air mineral, roti, kopi, serta masker” ungkap Fery selaku Koordinator lapangan.
Dari keterangan Suyatini (55) warga Desa Kedungdalem, menjelaskan bantuan dari relawan maupun pemerintah jarang masuk kedaerah rumahnya sejak terjadinya banjir
“Disini (utara) padahal juga parah, tapi bantuan dari relawan seringnya kedaerah sana (selatan), dari pemerintah juga belum ada, Warga sini sudah mengumpulkan KTP dan KK namun hingga saat ini belum ada apa – apa,” terang suyatini warga Dusun, Siwalan RT.005 RW.002 dengan suara lantang.
Sedangkan Suyatini, Luis (55) mengutarakan bahwa pihak desa mengarahkan untuk datang ke Posko Bantuan di Kecamatan Dringu dengan membawa KTP ataupun KK namun karena masih sibuk membersihkan rumah jadi tidak sempat datang kesana
“Seharusnya petugas dari sana yang turun langsung kesini (Pedalaman Gang), lihat warga sini bagaimana keadaan rumahnya, Ini aja masih belum selesai mas, gak kepikiran mau kesana (Red-Kecamatan) kalau rumah belum beres sedangkan dirumah ini saya sendirian, adik serta ibu saya sudah diungsikan ke rumah saudaranya ke Desa Pabean,” Tegas Luis dengan wajah lelah usai membereskan keadaan rumah.
Dari pantauan media Penjuru.id, hingga saat ini terlihat sejumlah warga masih tampak membersihkan lumpur sisa banjir, dan warga di Desa tersebut membutuhkan tenaga dari relawan untuk bahu membahu bersama – sama membersihkan lumpur sisa banjir agar akses jalan di pedalaman gang dan pekarangan rumah warga bisa dilewati dengan aman.
(Prasojo)





