Pantau Vaksinasi, Bupati Bantaeng Diminta Saksi Potong Tumpeng Untuk Kajari

INDONESIA SATU:

BANTAENG – Secara kebetulan, Saat melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap kedua di Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng, Bupati Bantaeng DR.H.Ilham Syah Azikin diminta kesediaannya oleh Staf Kejari Bantaeng sekaligus atas nama istri kepala kejaksaan negeri Bantaeng Ny.Dedyng Atabay, SH,MH. Untuk menyaksikan pemotongan tumpeng dalam rangka milad Kajari Bantaeng.

Istri pimpinan korps Adyaksa Kabupaten Bantaeng itu, membuat kejutan kecil berupa paket Nasi tumpeng sebagai penanda hari ulang tahun kajari Bantaeng tepat masuk umur yang ke 46 tahun, Kejutan kecil tersebut dikemas sangat sederhana mengingat masih dalam suasana pandemi covid 19 di halaman belakang kantor Kejari Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin 22 Maret 2021.

Bupati Bantaeng yang bersedia menyaksikan perayaan kecil itu, Dihadapan media ini menyatakan Do’a terbaik untuk Kajari Bantaeng

“Ya alhamdulillah bertepatan dengan hari ulang tahun pak Kajari tentu doa terbaik dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bantaeng agar senantiasa diberikan berkah sehat kesuksesan baik dalam melaksanakan tugas di Kabupaten Bantaeng maupun karir ke depan yang lebih cemerlang”, Ungkap Bupati Bantaeng.

Sementara Kajari Bantaeng, Dedyng Atabay, SH,MH, menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Bupati Bantaeng dan yang mendampingi atas kesediaan hadir menyaksikan suprise yang  dipersembahkan oleh istrinya beserta staf dan pegawai kejaksaan negeri Bantaeng dihari ulang tahunnya.

“Dengan suprise tadi, akhirnya ketahuan saya ulang tahun hari ini, Terima kasih pada pak Bupati dan Pemda Kabupaten Bantaeng dan masyarakat Bantaeng, mudah mudahan memberikan Do’a agar Tuhan memberikan umur yang berkah untuk saya”, Kata Kajari Bantaeng.(*)

Dia juga melayani pertanyaan terkait pelaksanaan Vaksinasi covid 19 di kantor yang dipimpinnya.

“Alhamdulillah untuk vaksinasi tahap 2 hari ini berjalan lancar, dari sasaran 44 orang staf dan pegawai Kejari, realisasi  sebayak 23 orang, Batal 12 orang”, Urai kajari
  
Menurut Dia, mengenai yang batal itu karena tidak lolos pada meja skrining dengan berbagai faktor termasuk adanya ibu ibu yang sedang hamil.(*)

(Ryawan)

Pos terkait