
PENJURU.ID| SERPONG TANGSEL – Sejarah telah mencatat bahwa Mahasiswa dan Pemuda adalah salah satu tonggak perjuangan bangsa. Mahasiswa dan Pemuda yang hari-hari ini lebih dikenal sebagai Millenials adalah harta karun yang tidak ternilai harganya, yang akan membangun peradaban bangsa menuju ke arah yang lebih baik. Demikian Millenials menjadi fondasi bagi kokohnya bangunan Negara dan Bangsa Indonesia. Meskipun demikian, seringkali harapan dan kenyataan tak seiring sejalan.
Millenials sebagai harapan bangsa masa kini seringkali mengabaikan peran dan tugas mulia mereka sebagai agent of change. Kemerosotan etika, minimnya pengetahuan, bingkai kebersamaan, mudah diporak-porandakan oleh para politisi busuk, dan derasnya laju perkmbangan zaman terus menggerogoti, faktor pelengkap runtuhnya idealisme. Modal yang cukup dan cakap untuk membawa bangsa ini menuju kemajuan, peradaban dan kejayaan kian pupus seiring berkembangnya apatisme. Kesemuanya itu menjadi beban tersendiri bagi segelintir kami yang tergabung dalam wadah Himpunan Mahasiswa Asal Sumba Barat Daya (HIMASBAYA PAMULANG), untuk berupaya menepis kegelisahan dan kegalauan tersebut. Ujar Ketua Panitia Yosef Tari Wungo
Bertempat di Wtc Serpong, Sabtu, 29/01/2022, kami merangkai idealisme kami bersama sebagai pengingat, merajutnya menjadi mozaik cita dalam perayaan Natal bersama Mahasiswa, Millenials asal Sumba Barat Daya yang berkuliah di Pamulang dan JABODETABEK.
Setelah Ibadah Natal bersama, mendoakan kerukunan bagi Millenials Sumba Barat Daya yang menuntut ilmu di tanah rantauan, kami dalam wadah Himasbaya.

Di sela-sela mata acara, kami menampilkan beragam tarian khas Sumba Barat Daya, baik dari Flores Manggarai, dan tamu spesial kami, rekan-rekan mahasiswa asal NTT, sebagai bentuk tanggungjawab kami melestarikan budaya manusia NTT.
“Kesempatan itu hadir juga para pendiri, Ruben Piku, Marthen, Herman, Yosef, Daniel, Lodowik Mbaba ditempat yang sama ketua umum HIMASBAYA Timotius Tamo bapa terselenggaranya acara tersebut, sekaligus memberi motivasi kepada kami untuk senantiasa merajut kebersamaan sebagai sesama Millenials, dengan cara terlibat dalam berbagai issue dan persoalan sosial, terutama dalam hal Politik. “Ini eranya Millenials, banyak pemimpin di banyak Negara di belahan dunia ini, termasuk di Indonesia. Banyak pemimpin lahir dari kalangan Millenials, karena Millenials tidak punya utang budi atau pun beban masa lalu. Millenials energik dan bersih dari banyak macam tabrakan kepentingan. Oleh karenanya, mari tetap saling bergandengan tangan untuk menggapai cita dan mimpi bersama, terutama dalam hal mengasa kemampuan, baik di bidang intelektual, spiritual, psikologi dan sosial.” Demikian Timo menutup sambutannya.
Acara berlangsung meriah, dihadiri sekitar 500 Millenials asal Sumba Barat Daya NTT, yang mengekspresikan kegembiraan mereka, karena lahirnya Mesias, Sang Juru Selamat Manusia, lewat berbagai tarian, dansa, ja’i, dan lain sebagainya, hingga kira-kira pukul 04.00 pagi. Semuanya berjalan lancar dan aman, tanpa kekurangan suatu apapun.
Ketua Umum Himasbaya Pamulang Timotius Tamo Bapa,
Kevin J_M
(Adella)





