Menteri LHK Siti Nurbaya Tinjau Penanaman 1 Juta Manggrove di Kalimantan Timur

PENJURU.ID | Tenggarong – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meninjau langsung penanaman satu juta pohon mangrove di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur,  Minggu (04/04).

Menteri LHK didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor, Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, staf Ahli Bupati Kukar Wicaksono Subagio, Camat Muara Badak Arfan beserta para pejabat terkait di lingkungan Pemkab Kukar melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat setempat serta melakukan peninjauan langsung lokasi penanaman mangrove.

“Saya kesini ingin inspeksi ke lapangan langsung, artinya saya ingin mengecek langsung pelaksanaan penanaman 1 juta mangrove di sini,” ujar Menteri Siti Nurbaya, usai meninjau lokasi penanaman mangrove di Desa Saliki yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kukar.

Siti menjelaskan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo, yang menargetkan penanaman mangrove seluas 15 ribu hektar. Selain itu, tujuan dari penanaman mangrove ini adalah untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove. Upaya rehabilitasi ekosistem mangrove salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan penanaman mangrove.

“Jadi yang penting itu sekarang kita menanam mangrovenya dulu, tentunya pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema dan perhitungan yang tepat agar masyarakat mendapatkan nilai ekonomi karbon juga,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati Kukar mengatakan kegiatan tersebut sangat membantu mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang lingkungan hidup dan kehutanan khususnya di wilayah kabupaten Kukar dalam ekosistem mangrove.

“Atas nama pemerintah kabupaten, saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan penanaman 1 juta mangrove yang dilakukan Menteri LHK Di Desa Saliki Kecamatan Muara Badak ini, tentunya selain merasa diperhatikan oleh pemerintah pemerintah daerah sangat terbantu dalam meningkatkan dan pemulihan ekonomi khususnya pada ekosistem mangrove,” ujar Wicaksono, saat dikonfirmasi penjuru.id.

Lanjutnya, masyarakat yang tergabung dalam kelompok, sangat terbantu perekonomiannya. Ia mengungkapkan, masih banyak di wilayah tersebut yang perlu ditanami mangrove.

“Mudah-mudahan program seperti ini bisa dilanjutkan, karena selain meningkatkan ekonomi masyarakat, tambak pun menjadi asri,” pungkasnya.

 

(LAG/Red).

Pos terkait