PENJURU. ID | Bantaeng – Dalam mendorong perekonomian bagi para Ibu-Ibu di tengah pandemi Covid-19, Pemdes bekerja sama PKK Papanloe buka pelatihan menjahit.
Kegiatan itu berlangsung di Kantor Desa Papanloe Kecamatan Pajukukan, Kabupaten Bantaeng mulai dari kemarin, Kamis (15/12) 2021)
Sebanyak 7 orang kader PKK dari perwakilan 7 dusun dan 8 orang warga diberikan bekal keterampilan menjahit.

Kegiatan pelatihan menjahit yang bersumber dari dana desa (DD) dilakukan guna mengingat potensi SDM warga Desa Papanloe cukup dalam di bidang tata busana terutama bagi para Ibu-Ibu yang sudah memiliki dasar kemampuan menjahit.
Hal itu di ungkapkan Kepala Desa Papanloe Komaruddin mengatakan Program pemberdayaan masyarakat melalui praktek menjahit ini dengan tujuan mendorong perekonomian para Ibu-Ibu yang punya potensi menjahit di tengah pandemi sekarang ini.
“Selaku Pemdes, melalui program ini tentunya bertujuan mendorong perekonomian para Ibu-Ibu di situasi yang masih dalam suasana pandemi yang kita belum tahu kapan berakhirnya.”ujar Pemdes
Ia juga menyampaikan pelatihan itu nantinya akan membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan Ibu-Ibu dalam berwirausaha serta dapat menambah penghasilan keluarga.

“Sehingga kedepan para Ibu-Ibu ini nantinya memiliki kemandirian baik untuk kepentingan pribadi maupun dalam menciptakan lapangan kerja.”harapnya
Kegiatan tersebut berjalan selama 2 hari dan akan berlangsung selama 7 hari. Adapun yang disediaian selain mesin jahit juga pasilitas jahit lainnya seperti Kain, Perlengkapan Jahit Esensial seperti Jarum jahit, Jarum pentul, Benang, Gunting kain, Pengurai Jahitan, Cutting Mat dan Penggaris, Setrika, Wonder Clips, Perlengkapan untuk Pola Jahitan, Meteran Jahit, Karbon dan Rader.
Dalam pelaksanaannya, Ibu Ketua PKK Desa Papanloe Rahayu bersama 7 kader PKK lainnya turut melakukan pendampingan bagi warga peserta pelatihan.
Menurut Rahayu, program ini pihak Pemdes sudah menyediakan pasilitas pelatihan sehingga peserta datang langsung praktek sedangkan dari PKK hadir membantu.

“Pihak Pemdes sudah menyediakan Pasilitas pelatihan, kami dari PKK desa Papanloe hanya membantu meninjau dan mengawasi peserta.” tutur Rahayu
Rahayu menambahkan, kegiatan akan berlangsung selama 7 hari dan sudah dimulai dari kamis kemaren dan akan dilanjutkan sampai 5 hari lagi kedepan.
“Awal praktek peserta dengan pembuatan baju serangam pendidikan anak usia dini (PAUD) dan selanjutnya kami sudah sediakan kain baju adat untuk pembuatan baju adat (baju bodo).” tambahnya
Punya ide pembuatan baju adat, Rahayu berpendapat dasar perekonomian warga didesa Papanloe itu sebagian masih minim pendapatan apalagi dalam hal keperluan saat acara pesta menurutnya baju adat itu suatu kebutuhan yang harus terpenuhi.

“Kami punya ide pembuatan baju adat karna di setiap pesta itu menjadi kebutuhan yang wajib, kadang umum warga menyewah baju adat sehingga dengan adanya praktek pembuatan baju adat harapan kami kedepan itu bisa terpenuhi tanpa mengeluarkan biaya lagi.” tutur Rahayu
Pewarta: Mail





