PENJURU. ID | Jeneponto – Dimalam yang sama pasca kejadian dugaan tindak pidana penganiayaan di Dusun Goyang Desa Allu Tarowang. Dimana korban kemudian keberatan dan melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Batang, Polres Jeneponto, Polda Sulsel.
Dua korban penganiayaan yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) tiba di Mapolsek Batang dan melaporkan kejadian yang dialaminya di SPKT. Dalam laporannya, Korban mengaku dianiaya oleh keponakannya sendiri yakni Lel. Tato Bin H. Saharu.
Terima surat tanda penerimaan laporan oleh petugas SPKT Polsek Batang, selanjutnya dua korban An. Yasse dan Lel. Rudi kembali menjalani tahapan penyelidikan (Lidik) oleh pihak Reskrim Polsek Batang hingga pada sampai tahapan pemeriksaan saksi.
Setelah dilakukan pemeriksaan dua saksi, pihak Reskrim Polsek Batang kemudian melayangkan panggilan pertama kepada terduga pelaku, namun pelaku tidak menghadiri panggilan penyidik tanpa alasan apapun, baik dari terlapor sendiri maupun dari pihak keluarganya.
Dinilai tak koperatif menghadiri panggilan pertama. Pihak Reskrim akan kembali melayangkan panggilan kedua kepada terlapor Lel. Tato Bin H. Saharu.
Lantaran tidak menghadiri panggilan, Kanit Res Polsek Batang, Aiptu Mustopo meminta kadus setempat agar dimonitor warganya yang terlapor menanyakan apa alasannya hingga tidak datang memenuhi panggilan penyidik.
“Dimonitor warganya pak kadus yang pelaku, apa alasannya dia tidak datang memenuhi panggilan penyidik.”lanjutnya.
“Saya tunggu konfirmasi dari pihak terkait kalau sampai ini malam mereka tidak datang , besok saya layangkan panggilan ke 2 nya.”kata Kanit Res Polsek Batang Lewat Chatingan Via WhatsApp miliknya, Kamis 27 Maret 2025, sekitar pukul 21.19 Wita.
Mengetahui terduga pelaku (terlapor) mangkir dari panggilan polisi, dua korban (pelapor) meminta kepada Kapolsek Batang agar segera mengamankan pelakunya lantaran pelaku setiap malam berkeliaran disekitarnya.
“Kami minta kepada bapak Kapolsek Batang agar segera mengamankan pelaku, kami takut, nyawa kami terancam lantaran pelaku setiap malamnya berkeliaran disekitaran kami’ apalagi rumah kami diperantara, mohon tolong kami pak.” harap kedua pelaku. (*)





