Ketua PJI-Demokrasi Tapanuli Selatan Geram atas Perkataan Dosen UGN Padangsidimpuan

PENJURU.ID | PADANGSIDIMPUAN- Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia (YADPI) yang menaungi Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan agar segera memproses secara intern dan menon aktifkan salah satu Dosen yang mengeluarkan kata-kata “Bodat dan Penipu” kepada salah satu anggota Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJI-D) Tapanuli Selatan, Hal ini di Ungkapkan Baginda Tigor Selaku Ketua PJI-Demokrasi dengan kesal, (29/09/2022).

 

Dimana pada hari kamis tanggal 16 September 2021 sekira pukul ± 12.10 wib ketika seorang jurnalis dari salah satu media online dan merupakan SekJend DPP salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat mengkonfirmasi salah satu Dosen Universitas Graha Nusantara yang berinisial RT di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, namun pada saat mengkonfirmasi Dosen tersebut tidak ada di tempat dan mereka lanjut berkomunikasi melalui Aplikasi WhatsApp, namun dalam percakapan tersebut oknum Dosen Universitas Graha Nusantara tersebut mengirimkan kata-kata yang tidak pantas dan tidak mencerminkan attitude seorang pendidik, yang mengatakan Jurnalis tersebut *“Bodat (monyet) dan Penipu”* dan peristiwa ini sudah dilaporkan ke pihak Polres Kota Padangsidimpuan dengan Nomor LP : STTLP/B/114/III/2022/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN/POLDA SUMATERA UTARA.

 

“Saya tidak mengenal beliau (RT) dan baru kali ini saya berkomunikasi dengannya, jadi Saya beranggapan apa yang dia (RT) katakan itu bukan hanya ditujukan kepada saya, namun kepada seluruh awak media. Jadi jelas siapapun yang merasa dirinya jurnalis pasti tersinggung atas ucapan oknum Dosen tersebut,” Ungkap jurnalis tersebut kepada rekan-rekan jurnalis. (Rabu, 28 September 2022).

 

Baginda Tigor Selaku Ketua PJI-Demokrasi Kabupaten Tapanul Selatan menyampaikan “Bahwa Kasus ini akan kita kawal prosesnya di Polres Padangsidimpuan dan Kita akan meminta pihak Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia (YADPI) yang menaungi Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan segera memproses secara intern dan menon aktifkan salah satu Dosen yang mengeluarkan kata-kata “Bodat dan Penipu” kepada Jurnalis maupun Lembaga Swadaya Masyarakat karna tidak sepantasnya seorang Dosen mengeluarkan kata-kata seperti itu apalagi oknum Dosen tersebut diketahui Dosen Agama di kampus UGN Padangsidimpuan.”

 

Hal senada juga disampaikan M. Bahri Harahap selaku Ketua Umum Lembaga Pemberantas Korupsi “Seorang Pendidik apalagi seorang Dosen Agama semestinya menghargai Profesi orang lain apalagi sampai mengeluarkan kata-kata “Bodat dan Penipu”, ini bisa mencorek nama kampus UGN.”

Pos terkait