Kebakaran Meluas, TNBTS Tutup Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Garudaxpose.com | Probolinggo – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di area Kaldera Bromo, Sabtu (8/8/2026) malam.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mendukung efektivitas pemadaman kebakaran sekaligus menjamin keselamatan pengunjung, masyarakat, dan pelaku jasa wisata yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc., mengatakan bahwa keputusan penutupan kawasan wisata merupakan langkah yang harus diambil mengingat kondisi kebakaran yang terus berkembang dan membutuhkan penanganan intensif dari seluruh unsur yang terlibat.

Menurut Rudijanta, fokus utama saat ini adalah mempercepat pengendalian kebakaran agar penyebaran api tidak semakin meluas ke kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi. Oleh karena itu, seluruh sumber daya yang ada diarahkan untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan.

Ia menjelaskan, penutupan berlaku untuk seluruh jalur masuk wisata Gunung Bromo, meliputi pintu masuk Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama kami. Di tengah kondisi kebakaran yang masih berlangsung, kawasan wisata tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan karena berpotensi menimbulkan risiko bagi wisatawan maupun petugas di lapangan,” ujar Rudijanta.

Lebih lanjut, Rudijanta menegaskan bahwa penutupan mulai diberlakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB dan akan berlangsung hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Ia menuturkan bahwa evaluasi kondisi kebakaran akan dilakukan secara berkala bersama tim gabungan. Apabila situasi telah dinyatakan aman dan terkendali, BB TNBTS akan segera menyampaikan informasi pembukaan kembali kawasan wisata kepada masyarakat.

Rudijanta juga meminta seluruh wisatawan untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara tersebut dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan TNBTS melalui jalur resmi maupun jalur tidak resmi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Penutupan ini bukan semata-mata pembatasan aktivitas wisata, tetapi bagian dari upaya perlindungan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran proses pemadaman kebakaran yang saat ini sedang berlangsung,” katanya.

Terkait wisatawan yang telah melakukan pemesanan tiket secara daring, Rudijanta memastikan pihaknya telah menyiapkan mekanisme penjadwalan ulang maupun pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pengunjung yang telah membeli tiket melalui aplikasi booking online TNBTS untuk periode kunjungan selama masa penutupan dapat mengajukan reschedule ataupun refund dengan melengkapi formulir yang disediakan melalui admin aplikasi resmi TNBTS.

Rudijanta menambahkan bahwa pelayanan kepada pengunjung tetap menjadi perhatian meskipun kawasan wisata ditutup sementara. Oleh karena itu, seluruh proses administrasi terkait tiket akan difasilitasi agar tidak merugikan wisatawan.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat, pelaku jasa wisata, serta seluruh pihak yang berada di sekitar kawasan TNBTS untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas wisata selama masa penutupan serta menghindari penggunaan api yang dapat memicu kebakaran. Dukungan semua pihak sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama dan melindungi kawasan TNBTS dari ancaman kebakaran hutan yang lebih luas,” pungkas Rudijanta.

(Prasojo)

Pos terkait