Israel Tolak Saran WHO Untuk Beri Vaksin Covid-19 Bagi Warga Palestina

vaksinasi di Israel, Israel termasuk negara yang paling cepat memvaksinasi seluruh warganya, tapi justru warga Palestina tidak mendapat jatah vaksin.

PENJURU.ID | Internasional – Pemerintah Israel menolak saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam upaya membantu memberikan vaksin Covid-19 untuk para tenaga medis Palestina, dengan alasan persediaan mereka terbatas.

Dilansir Reuters, Kamis (14/1), menurut data perwakilan WHO di Palestina, saat ini ada 8.000 tenaga medis setempat yang terjangkit Covid-19.

Rakyat Palestina masih belum mendapatkan kepastian kapan akan disuntik vaksin Covid-19. Padahal untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity) minimal 70 persen populasi dunia harus divaksin. Terlebih sikap Israel yang menolak permintaan informal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk segera memberikan vaksinasi Covid-19 kepada staf medis Palestina. Hal ini membuat harapan Palestina dapatkan vaksin terganjal.

Pemerintah Palestina sebelumnya sudah mengajukan permintaan resmi kepada Israel untuk membantu memberikan 10 ribu dosis vaksin bagi tenaga medis. Permohonan itu disampaikan karena vaksin bantuan WHO dan yang dibeli dari sejumlah perusahaan farmasi belum tiba.

“Upaya pemerintah Palestina mengupayakan penyediaan vaksin dari berbagai pihak bukan berarti Israel bisa lepas tangan terkait penyediaan vaksin bagi rakyat kami,” demikian isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina.

Menurut Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila, 12 orang telah meninggal karena virus Korona di Palestina dalam 24 jam terakhir, dengan 928 kasus baru tercatat di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Saat ini terdapat 95 pasien virus Korona yang dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi serius dan 21 orang menggunakan ventilator.

Kepala misi WHO untuk Palestina, Gerald Rockenschaub, mengatakan kepada Independent bahwa badan PBB telah meminta agar Israel segera memberikan suntikan Covid-19 untuk petugas kesehatan Palestina. Ada hampir 8 ribu petugas medis Palestina dilaporkan telah terinfeksi oleh virus tersebut.

“Israel telah menolak permintaan tersebut untuk saat ini, dengan alasan masalah vaksin juga kekurangan untuk penduduknya sendiri,” tegas WHO.

(YMA)

Pos terkait