Dua Jurnalis Mahasiswa UPI Hilang Kontak Saat Peliputan Omnibus Law

Ilustrasi aksi demonstrasi tolak Omnibus Law (Sumber: google)

PENJURU.ID | Jakarta – Aksi demonstrasi menolak Omnibus Law terkait pengesahan RUU Cipta Kerja dengan tujuan agar pemerintah mencabut Omnibus Law yang disahkan pada 5 Oktober lalu membuat sejumlah mahasiswa menggelar aksi pada, Kamis (8/10/2020).

Aksi demo tersebut mengakibatkan bentrok antara demonstran dengan aparat kepolisian, bahkan dua orang jurnalis pers Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cibiru dinyatakan hilang saat sedang peliputan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Dua mahasiswa tersebut bernama Amalia Azzahra mahasiswa dari jurusan PGSD 2019 dan Syarifah Nuraini jurusan Pendidikan Multimedia 2018, hal tersebut dikonfirmasi oleh Sitin yang merupakan salah satu rekan Pers Mahasiswa (Persma) LIMA UPI.

Sitin mengatakan bahwa, rekannya dinyatakan hilang sejak pukul 11.00 WIB dan dua rekannya tidak dapat dihubungi melalui WhatsApp atau panggilan suara. Berawal dari Persma LIMA merencanakan untuk melakukan peliputan bersama rombongan BEM REMA UPI Cibiru. Namun hal tersebut tidak jadi, karena berpindah lokasi ke Rancaekek, Kabupaten Bandung.

“Nah rekan kami yang Syarifah sama Amal itu memang orang Jakarta, jadi mereka itu merencanakan akan liputan di Jakarta. Jadi memang karena mereka domisili Jakarta mereka meliput dan atas kemauan sendiri. Mereka terpisah dari teman kami dan ga ketemu atau koordinasi lagi,” ujarnya pada, Kamis (8/10/2020).

Sitin juga sempat mendapatkan kabar terkait mereka yang datang peliputan terkait aksi demonstrasi, berdasarkan kabar yang diperoleh, dua jurnalis mahasiswa tersebut memang melakukan aksi demo di daerah Istana Jakarta.

Iya sempat dapat laporan mereka ikut liputannya, liput di istana. Sampai sekarang belum dapat kabar, dan terakhir dapat kabar jam 11 itu terakhir kita chat-an,” ungkapnya.

Dua jurnalis mahasiswa tersebut diketahui memutuskan untuk bergabung dengan rombongan BEM UPI Serang setelah pihaknya berkoordinasi, namun saat ditanya kepada pihak BEM UPI Serang nama dua jurnalis mahasiswa tersebut tidak terdaftar.

“Pas kita tanya ke BEM UPI Serang tidak ada nama mereka. Jadi saat itu dari jam 11 siang udah lost contact sama mereka,” pungkasnya.

Hingga saat ini dua jurnalis mahasiswa tersebut masih belum diketahui keberadannya.

 

(Wida Deviana)

Pos terkait