Dimakamkan, Siswa SMP di Probolinggo Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

PENJURU.ID | Probolinggo – Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur seusai laga pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya menelan ratusan korban jiwa salah satunya warga Kota Probolinggo, Sabtu (01/10/2022) malam kemarin.

Supporter Aremania yang menjadi korban kerusuhan asal kota mangga dan anggur ini diketahui bernama Yanuar Dwi Bramastyo (Tyo) warga Jalan KH. Hasan Genggong Gang Berunding RT. 01 RW.04, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Almarhum Tyo yang merupakan putra bungsu dari seorang anggota TNI Angkatan Laut, Serda Joko itu masih duduk di bangku kelas 8 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Namira Kota Probolinggo.

Jenazah Tyo tiba dirumah duka sekira pukul 15.00 WIB dan langsung dimakamkan pukul 16.00 WIB di Taman Pemakaman Umum (TPU) Makam Bujuk Legi depan SPBU Belo’an Probolinggo. Minggu (02/10/2022) sore.

Rio warga Wiroborang saat ditemui di pemakaman rekan sesama aremania sangat menyayangkan atas kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan semalam dan dirinya sangat kecewa terhadap pihak pihak penyelanggara dimana ada larangan dalam peraturan FIFA untuk penggunaan gas air mata

“Kebanyakan korban yang meninggal disana (Red-Stadion) akibat sesak nafas akibat semprotan gas air mata yang seharusnya tidak boleh digunakan sesuai dengan peraturan oleh FIFA,” Ucap Rio seusai mengantarkan Jenazah Tyo.

Rio juga sangat menyayangkan terhadap penyelenggara karena saat kericuhan terjadi dan supporter akan exit stadion ternyata hanya beberapa pintu yang dibuka oleh penyelenggara tanpa membuka pintu alternatif lain untuk keluarnya para supporter ini

“Karena hanya beberapa pintu yang dibuka terjadilah desakan di pintu keluar tersebut ada yang terinjak – injak juga ada yang berteriak minta tolong akibat sesak nafas akibat desakan tersebut,” singkatnya.

Rio berharap dengan adanya kejadian ini meminta semua pihak terkait baik dari penyelenggara maupun keamanan agar mengusut tuntas dan dievaluasi semaksimal mungkin.

“Harapan saya semoga Pihak penyelenggara bisa mengusut tuntas, semoga ini kejadian yang terakhir kalinya dan tidak ada lagi korban berjatuhan saat diadakannya pertandingan laga dimanapun,” harapnya.

Selain korban dari warga Kota Probolinggo, dua supporter lain yang berasal dari Kabupaten Probolinggo juga turut menjadi korban atas tragedi mencekamkan di Stadion Kanjuruhan malang tersebut.

Dua korban dari Kabupaten Probolinggo atas tragedi Kanjuruhan malang tersebut yakni Rifki Dwi Yulianto warga Dusun Krajan, Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron, serta Abian Hasiq Rifai warga dari Kraksaan.

(Prasojo)

Pos terkait