PENJURU.ID| JAKARTA – Bali Bukan India pertanyaan yang tidak pernah ada jawabaanya.Kapan dan siapa “Misionaris/Pendakwah” Hindu/Buddha yang terlahir di India masa Pra Islam masuk ke Nusantara,Sehingga situs situs di Nusantara di sebut berdasar pada salah satu ajaran india?.
Bahwa benar Hindu/Buddha berasal dari India dan tidak benar situs situs di Nusantara Indonesia berdasar Hindu/Buddha,sejatinya yang tergambar di situs situs itulah “Ajaran” yang mendasari lahirnya Hindu,Buddha dan Jaina di India,kini ajaran itu tersimpan sempurna di Bali.
Belanda telah berperan meng “india” kan Bali,mendatangkan orang india ke Bali,meng”Kasta”kan Bali th 1910,Mem publikasikan dan membalikan fakta seolah budaya Bali dari sana dengan mempublikasi Rshi Markhendya asli Nusantara dari india.
Rshi Mārkaṇḍeya adalah asli Nusantara,Tertulis dalam sloka “Bhwana Tatwa” tentang Maharsi Mārkaṇḍeya,tidak ada sumber india menyebut silsilah lengkap.
Rsi Mārkaṇḍeya berada di Bali pada sekitar abad ke 9 Masehi,sedangkan Mpu Gnijaya tertulis dalam “Babad Pasek”adalah salah satu dari 5 pendeta bersaudara yang dikenal sebagai “Panca Tirtha” yaitu Mpu Gnijaya,Mpu Semeru,Mpu Gana,Mpu Kuturan dan Mpu Bhradah,keberadaan Mpu Kuturan dan Mpu Bhradah di Bali sekitar abad ke 11 Masehi ,Beliau semua para Rshi diatas adalah asli putra Nusantara.
Rsi Mārkaṇḍeya tertulis di publik juga oleh Swami Veda Bharati berasal dari india atau dipublik sering tertulis “India Selatan” benarkah?
Perhatikan lagi :
Tertulis dalam sloka “Bhwana Tatwa” tentang Maharsi Mārkaṇḍeya :
…..”Sang Ayati mwang Sang Niata pada pada sira apekik listu paripurna,wicaksaneng aji,wibuhing sastra utama…….”
Sang Ayati melanjutkan jejak leluhurnya menjadi seorang pertapa,beliau berputra Sang Prana,demikian pula adiknya yang bernama Sang Niata,berputra Sang Mrakanda,setelah dewasa Sang Mrakanda beristrikan Dewi Manaswini, berputra Maharsi Mārkaṇḍeya.
Selanjutnya Maharsi Mārkaṇḍeya beristrikan Dewi Dumara,menurunkan Maharsi Dewa Sirah yang beristrikan Dewi Wipari yang kemudian menurunkan banyak putera.
Adakah nama nama diatas itu nama india?
Atau adakah sumber india yang menyebut silsilah lengkap nama Maharsi Mārkaṇḍeya siapa ayah ibu serta anak istrinya,lengkap seperti di atas?.
Jadi benar adanya Rshi Mārkaṇḍeya adalah putra Nusantara,bukan hanya nama nya,juga kunci bukti beliau adalah orang Nusantara adalah karena Reshi Mārkaṇḍeya melakukan penanaman “Panca Dhatu” di Pura Penataran Besakih,juga Rshi Agastya melakukan banyak ritual “Agama Tirtha” di Bali,Ini adalah bukti perilaku dan tatacara Nusantara karena hal ini tidak terdapat di India,di tambah ada peraturan di sana yang tidak tertulis bahwa “Orang Suci” tidak umum membawa ajaran nya ke luar wilayah.
Çaka adalah kaum leluhur Nusantara,tertulis pada relief dasar Vhwãnã Çakã Phãlã/Borobudur dengan teks literasi kata Māhéçãkyã ,Bangsa Çãkyã/Şàkyà/Schytia/Saka,Aryān yang Agung,Kaum “Çaka”sudah ada lebih dahulu jauh dari 78 M dari saat menaklukan Raja “Salivahana” india,Angka tahun 78 M ini yang di salah tafsirkan untuk menghitung awal tahun Saka di prasasti.
Berbagai praktik budaya baru seperti ritual pengorbanan yang semuanya membentuk dasar budaya “Hindu/Veda” awal di india,dasar nya adalah Ajaran leluhur kita “Dharmic” adalah Dharma/Dhamma/Dhamo terekam pada literasi kata Kųsãlädhãrmãbæjănā di figura dasar relief Borobudur
Jadi,benar Hindu Buddha berasal dari India dan tidak benar situs situs di Nusantara Indonesia berdasar Hindu Buddha dari india “Ajaran” yang tersimpan sempurna pada budaya Bali dan tergambar di situs situs itulah “Ajaran” yang mendasari lahirnya Hindu,Buddha dan Jaina dibawa oleh kaum “Çaka/Saka/Çakyā/Aryā leluhur kita keluar Nusantara Indonesia.
Sahabat Facebook dapat mengikuti dan melihat pemaparan Santo Saba sebagai Narasumber Moderator HG Sutan Adil bersama Nayaka Pidada dan Jala Sathya Girinatha via zoom meeting dipandu Moderator HG Sutan Adil .
Mengangkat tema : “BALI BUKAN INDIA”
Disinilah “Darmic Original” Tersimpan.
Akan ditayangkan secara LIVE pada Sabtu,(22/08/2021) tanpa niatan menistakan atau menyudutkan agama,ini telaah dan wacana kajian akademik seorang peneliti sejarah nusantara bersama aktifis BALI dan Father Sabda Daya Nusantara. Untuk registrasi via WA 0813 8720 5109. (Adi Penjuru)





