Cara Menghadapi Resesi Global 2023, Berikut Tips Mengelola Keuangan

PENJURU.ID | JAKARTA – Saat dimana pemulihan pasca-pandemi tengah dilakukan muncul beberapa tantangan baru, diantaranya terkait munculnya resesi global. Tantangan ini diprediksi akan sulit dihindari, karena bank central di berbagai negara telah meningkatkan upaya mengekang inflasi dengan kenaikan suku bunga lebih besar.

Di dalam negeri, pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang anjlok hingga -5% pada triwulan II-2020, kembali ke teritori positif sejak awal 2021. Bahkan, sejak triwulan II-2020 hingga saat ini, perekonomian Indonesia secara konsisten tumbuh diatas 5%.

Resesi adalah kondisi dimana pertumbuhan ekonomi rill tumbuh negatif atau dengan kata lain terjadi penurunan produk domestik bruto selama dua kuartal berturut-turut dalam satu tahun berjalan.

Ditandai dengan melemahnya perekonomian global dan akan mempengaruhi ekonomi domestik negara-negara diseluruh dunia. Kemungkinan suatu negara mengalami resesi semakin kuat apabila perekonomian negara tersebut memiliki ketergantungan pada perekonomian global.

Resesi ekonomi dapat menyebabkan terjadinya penurunan semua aktivitas ekonomi seperti keuntungan perusahaan, lapangan pekerjaan, dan investasi secara bersamaan.

Dengan demikian penting bagi kita untuk mengetahui tips mengelola keuangan dengan baik sebagai bagian dari cara menghadapi resesi 2023.

Berikut informasi mengenai cara menghadapi resesi 2023, lengkap dengan tips mengelola keuangan yang dirangkum penjuru.id dari berbagai sumber pada Sabtu, (29/10/2022).

Penyebab Resesi 2023
Sebelum mengetahui cara menghadapi resesi 2023, maka hal pertama yang perlu kita tahu adalah penyebab dari resesi itu sendiri. Banyak pengamat perbankan keuangan dan investasi yang menyampaikan bahwa resesi yang terjadi kedepan dikarenakan lonjakan inflasi, salah satunya dampak dari konflik Rusia – Ukraina.

Peningkatan infalasi tersebut diikuti dengan kebijakan pengetatan monoter oleh bank central di negara Eropa dan Amerika dengan menaikan tingkat bunga acuan yang akan berdampak pada kebijakan yang diambil bank central di negara lain.

Dimana jika bunga acuan meningkat, maka biaya modan dan bungan kredit yang akan ditanggung bisnin juga akan ikut naik. Dampak selanjutnya biasanya diikuti oleh mata uang lokal yang melemah terhadap mata uang asing.

Sementara itu, jika suatu negara memiliki banyak pinjaman mata uang asing oleh pemerintah maupun swasta maka jumlah mata uang lokal yang akan dikeluarakan untuk membayar penjamin dalam mata uang asing juga akan meningkat.

Jika kondisi demikian terjadi dalam kurun waktu lama dan tidak kunjung membaik, maka kombinasi rentetan harga bahan pokok yang meroket, inflasi yang meningkat, bunga acuan kredit yang naik, serta pelemahan mata uang lokal dan pada akhirnya inilah yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi global atau resesi.

Cara Menghadapi Resesi 20231. Mulai Pelajari Keahlian Baru.
Cara menghadapi resesi 2023 yang dapat kamu lakukan pertama adalah mulai mempelajari keahlian baru, mau tidak mau menghadapi resesi kita semua harus terus mengembangkan diri.

Pepatah bijak mengatakan semakin banyak kamu belajar semakin banyak kamu menghasilkan. Keahlian baru juga memungkinkan kamu mendapatkan pekerjaan baru yang bisa jadi lebih baik untukmu.

2. Mempersiapkan diri dengan kondisi apapun.
Cara menghadapi resesi 2023 yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan. Seperti sebelumnya bank central akan menaikan suku bunga demi stabilitas monoter. Disatu sisi, kenaikan suku bunga tersebut juga berdampak terhadap roda perekonomian, jika kamu saat ini berdagang tentunya daya beli akan berkurang, jika kamu seorang pegawai swasta tentunya harus siaga ketika nantinya ada PHK.

3. Cari alternatif Penghasilan tambahan diluar gaji Pokok.
Cara menghadapi resesi 2023 yang perlu kamu lakukan selanjutkan adalah mencari penghasilan tambahan diluar gaji pokok. Masyarakat bisa memulainya dari memanfaatkan hobi untuk memulai berbisnin dan menghasilkan pemasukan tambahan.

4. Minimalisir Pengeluaran yang tidak penting
Jika pada kondisi ekonomi normal bahkan positif, masyarakat tidak ada rasa beban membelanjakan pendapatan untuk kebutuhan yang bersifat hiburan, seperti belanja, berlangganan layanan streaming,atau menonton konser. Namun adanya ancaman resesi tahun 2023 mendatang, sebaiknya kebiasaan itu perlu diminimalisir atau ditunda sementara waktu.

Bukan Akhir dari Segalanya.
Meski terlihat menyeramkan, resesi bukanlah akhir dari segalanya. Hanya saja, kita harus berhati-hati dalam bertindak. Apalagi, resesi berdampak langsung pada keadaan keuangan kita. Terus penuhi wawasanmu dengan selalu update informasi terbaru di penjuru.id.

 

 

Pos terkait