Bunda Milenial : Akhirnya Emak Emak Provokator Pengeroyokan Di Polisikan

PENJURU.ID | Jakarta – Terkait peristiwa pengeroyokan saat aksi mahasiswa tanggal 11 April 2022 yang lalu, Bunda Milenial sangat mengutuk dan menyatakan biadab bagi semua pelaku nya. Karena di lakukan saat bulan suci Ramadhan dan pastinya banyak yang menjalankan ibadah puasanya, termasuk korban, pegiat media sosial Ade Armando, Kamis (21/04/2022).

Kami mengapresiasi kepolisian yang sudah menyatakan tersangka dan juga menangkap beberapa pelaku pengeroyokan tersebut. Tetapi, mengapa dua orang ibu-ibu yang berkerudung hitam dan kerudung pink, belum ada kabar beritanya ?

Bacaan Lainnya

Dalam banyak tayangan di media yang sudah beredar, nampak jelas perilaku ibu kerudung hitam, dengan suara keras mengumbar ujaran kebencian kepada Ade Armando yang saat itu sedang di wawancara.

Bunda Milenial ” Siska Rumondor ” saat di temui awak media pada hari Rabu, 20 April 2022 di Bareskrim Mabes Polri menjelaskan :

” Akibat keributan dari si ibu itu lah, massa sekitar melihat, mendengar dan terprovokasi. Sehingga terjadilah kemarahan massa lebih besar dan pengeroyokan serta perilaku biadab itu terjadi, ” Jelas Sisca Rumondor, saat menyerahkan laporan pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri.

Bunda Milenial, Sisca Rumondor : Melaporkan Emak Emak Pelaku Provokator Terhadap Pengroyokan Ade Armando. Fhoto Istmw )
Bunda Milenial, Sisca Rumondor : Menyerahkan laporan pengaduan. Fhoto Istmw )

Berkas pengaduan masyarakat yang di serahkan ke Mabes Polri ini, akan
Tim Hukum Merah Putih yang Koord Bapak C. Suhadi, SH, MH, dan hari ini diwakilkan oleh Bapak Sumantap Simorangkir, SH, MH. Sekarang bersama Ibu-Ibu dari Bunda Milenial.

“ Kami minta agar kepolisian memproses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku, kemudian mencari dimanapun orang tersebut berada, lalu menangkap ibu-ibu berkerudung yang di duga memprovokasi aksi pengeroyokan tsb, karena menurut hukum menjadi satu rangkaian tindakan pidana pengeroyokan tersebut. Jangan pilih-pilih orang sekalipun itu gender dan jangan berhenti oleh materai Rp. 10.000,- gak usah merasa kasian dengan tangisan munafik. Harus di proses sebagaimana mestinya hukum berlaku, agar menjadi pembelajaran, ” Tutup Sisca.

Sebagai seorang Ibu, kita harus menjadi panutan keluarga, terutama untuk anak-anak cucu kita kelak dikemudian hari.

( INS )

Pos terkait