PENJURU. ID | JENEPONTO – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah milik petani lansia di Kampung Campagaya, Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Peristiwa itu mengakibatkan pemilik rumah mengalami luka bakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Korban diketahui bernama Hasan (70). Saat api mulai membesar, korban masih berada di dalam rumah sehingga mengalami luka bakar pada bagian wajah. Warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Bontoramba untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat muncul dari bagian depan rumah. Dalam waktu singkat kobaran api membesar dan melalap hampir seluruh bangunan beserta barang-barang berharga di dalamnya.
Warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tiga unit armada Damkar Kabupaten Jeneponto diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 00.00 WITA, Sabtu (18/7/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Akibat kebakaran itu, satu unit rumah, sepeda motor Honda Supra, sekitar 100 karung gabah hasil panen, serta sebagian besar perabot rumah tangga hangus terbakar. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Hasil analisa sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik atau hubungan arus pendek sebagai penyebab kebakaran. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan petugas pemadam kebakaran melakukan monitoring pascakejadian. Tim Inafis Polres Jeneponto dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran.
Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik di rumah. Warga diminta menghindari penggunaan kabel yang tidak sesuai standar serta tidak membuat sambungan listrik ilegal demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.




