PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Masuk musim hujan diawal tahun 2026, Kabupaten Bekasi dikepung banjir akibat hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi membuat beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bekasi terdampak banjir. Salah satunya terdampak banjir adalah Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin.
Banjir di Desa Bojongsari disebabkan meluapnya air Kali Citarum dan Cibeet yang tak mampu lagi menampung debit air Kali Citarum dan Cibeet hingga meluap dan menerjang dua desa, yaitu, Desa Bojongsari dan Desa Labansari. Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Luapan Kali Citarum membuat dua dusun di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, yang terdampak paling parah terendam banjir. Air mulai masuk ke pemukiman warga pada hari Jumat pagi (23/01) sekitar pukul 01.00 WIB. Bukan hanya pemukiman warga, tetapi juga beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan akses jalan juga terendam banjir.
Pipin salah seorang warga yang terdampak banjir menceritakan, banjir datang kemarin (Jumat) pagi, saya angkut- angkut barang ke tempat yang lebih aman. Karena ketinggian air makin bertambah.
“Ketinggian air mencapai 50-200 sentimeter, bahkan ada yang mencapai hingga dua meter lebih,” ucap Pipin, pada penjuru.id, Sabtu (24/01/2026).
Ia menambahkan, untuk sementara tinggal di rumah tetangga yang tidak jauh dari rumahnya, karena memang tempat pengungsian terbatas dan yang ada lokasinya jauh dari rumahnya. Kalau bantuan makanan sudah ada, dari pihak desa dan relawan.
“Kalaupun ada tempat pengungsian, Saya dan warga lainnya emang nggak mau ngungsi jauh dari rumah, khawatir sama barang-barang,” ujarnya.
Banjir tahun ini, kata Ia, seperti peristiwa banjir pada tahun 2021, ini banjir lima tahun Ialu terjadi lagi sekarang di 2026. Biasanya kalau musim hujan memang selalu banjir, tapi nggak parah seperti ini.
“Ini seperti banjir lima tahun yang lalu (2021), terjadi lagi sekarang (2026),” jelasnya.
Dari pantauan kami terlihat aparat Pemdes, TNI, Polisi, BPBD, BNPB dan Relawan, masih siaga di lokasi dan masih patroli keliling ke rumah-rumah warga, untuk mengevakuasi warga yang masih tinggal di rumahnya, dan memastikan kondisi rumah warga yang ditinggal mengungsi aman dan kondusif.
“Semoga banjir segera surut, agar kami bisa beraktivitas lagi seperti biasa,” pungkas Pipin.





