PENJURU.ID | Jakarta – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mentafsirkan akan terjadinya baby boom atau melonjak angka kelahiran di Indonesia akibat masa pandemi Covid-19 hingga mencapai 500 ribu kehamilan.
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (BKKBN) Eni Gustina dalam webinar Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Selasa (25/08/2020) menjelaskan akan terjadinya ledakan angka kelahiran dikarenakan penduduk mengalami keterbatasan saat mengakses layanan kontrasepsi di masa pandemi Covid-19
“PSBB menyebabkan keterbatasan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan KB jangka panjang, tidak memadainya alat pelindung diri, rantai pasok alat yang terganggu, alat kontrasepsi yang terbatas karena mengalami hambatan pengiriman lantaran ada pembatasan transportasi penerbangan sehingga berdampak pada kontinuitas pelayanan KB,” kata Eni Deputi BKKBN.
Eni Gustiana menjelaskan bahwa beberapa layanan KB yang dilakukan penyuluh KB sempat terhenti pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu pada pengiriman berbagi jenis alat kontrasepi ke daerah juga sempat bermasalah di karena ditutupnya transportasi penerbangan pada masa PSBB.
“Tidak memadainya alat pelindung diri, rantai pasok alat yang terganggu, alat kontrasepsi yang terbatas karena mengalami hambatan pengiriman lantaran ada pembatasan transportasi penerbangan sehingga berdampak pada kontinuitas pelayanan KB,” tambahnya.
“PSBB menyebabkan keterbatasan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan KB jangka panjang,” kata Eni Gustina dalam webinar Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta pada Selasa (25/08/2020).
(RL)





