Konflik Berkepanjangan Antara Warga Perumahan Panorama Sepatan 1 VS Devloper

PENJURU.ID | KABUPATEN TANGERANG- Kesekian kalinya permasalahan kembali terjadi antara Konsumen dan PT. Arya Lingga Manik  pengembang Perumahan Panorama Sepatan 1 Desa Tanah Merah Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang.

Kali ini permasalahan bermula dari penolakan warga panorama Sepatan 1, atas pemasangan saluran air bersih menuju panorama tahap 2, yang pengadaan pipa awalnya melibatkan dana warga, dengan total 86 Kepala keluarga (86 unit rumah konsumen) tahap Pertama.

Disusul dengan masalah pembongkaran pagar pembatas antara proyek dan pemukiman warga, serta percobaan penderekan paksa kendaraan warga yang terparkir, kejadian tersebut dilakukan oleh Developer tanpa ada dasar hukum, terlebih sampai ada pemblokadean pintu masuk oleh 2 mobil truk yang di duga milik Developer. Rabu 15/05/2024.

Foto diambil dari tangkapan layar cctv 15-05-2024

Pasca kejadian tersebut antara warga panorama Sepatan 1 dengan pihak Developer, Miftah Shuritho Camat Sepatan Timur menghadiri undangan musyawarah paguyuban warga perumahan panorama 1 Sepatan terkait permasalahan yang terjadi.

Musyawarah digelar terbuka bertempat di lapangan Bulutangkis Fasum Panorama Sepatan 1 tahap 1 yang di hadiri, Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho, Ketua Paguyuban Warga Panorama Sepatan 1 Angga Rensa H, Ketua YLBH-DKI, Babinsa dan Binamas Desa Tanah Merah, serta Warga Panorama Sepatan 1. Kamis (16/5/2024) Malam Pukul 20.00 WIB.

Musyawarah dilakukan dalam rangka mendengarkan aspirasi terkait permasalahan yang terjadi dengan harapan agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali dan berkepanjangan tanpa ada penyelesaian.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga panorama Sepatan 1, bahwa permasalahan dengan PT. Arya Lingga Manik Pengembang perumahan panorama sepatan 1 sering terjadi sehingga harus ada penyelesaian hingga tuntas. Harapan warga agar Pemerintah Daerah melalui Camat Sepatan Timur bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“ini sudah kesikian kalinya, kami harap masalah ini segera diselesaikan”, ujar Dini pada saat musyawarah, Kamis (16/5/2024) Malam.

Dengan adanya musyawarah warga meminta kejelasan terhadap persoalan pengadaan air bersih untuk panorama tahap 2. Karena belum adanya hasil yang jelas antara warga panorama sepatan 1 dan PT. Arya Lingga Manik.

“Selagi permintaan kami belum di penuhi oleh pihak Developer, jangan seenaknya sendiri menggali tanpa ada pembahasan atau kesepakatan dari warga. Kami bayar Pak, Untuk jaringan air bersih bukan gratis! Jadi jangan menyambung seenak kalian saja, apa lagi untuk kepentingan air bersih 400 unit rumah di panorama tahap 2″ lanjut Dini pada saat musyawarah.

Warga Panorama sepatan 1 berharap PT. Arya Lingga Manik bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan untuk pengadaan Air Bersih.

“Kami harap pihak Developer bisa mengembalikan uang yang sudah kami bayarkan sebesar Rp. 103.200.000 jika harus dipasang pipa saluran air bersih ke panorama tahap 2 melalui pipa yang sudah ada di lingkungan Panorama 1 yang pengadaanya melibatkan uang 86 Warga konsumen tahap pertama .” pungkas Dini saat musyawarah.

Pada saat musyawarah digelar beberapa warga menyampaikan aspirasinya, warga berharap ketenangan, kenyamanan dan mendapatkan perlakuan yang sama seperti konsumen pada umumnya yang sesuai dengan peraturan yang ada.

“kami memilih tinggal di perumahan panorama Sepatan 1 hanya ingin hidup tenang dan diperlakukan dengan baik, Kedepan kami tidak mau lagi ada permasalahan yang dilakukan oleh Developer kepada warga Perumahan.” Tutupnya.

Turut hadir dalam musywarah Camat Sepatan Timur, dalam musyawarah Camat menyampaikan semua harus menyikapi permasalahan dengan kepala dingin walaupun hati panas, jangan mudah terprovokasi, untuk itu Camat mengajak semua pihak untuk duduk bersama dan dengan lapang dada untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.

“Saya akan coba sampaikan kepada pihak manajemen perumahan panorama Sepatan 1 apa yang menjadi keluhan warga dan harapan warga, mudah-mudahan harapan dan keluhan warga di Amini oleh pihak manajemen.” Tutup Camat Sepatan Timur.

(BURHAN)

Pos terkait