PENJURU.ID | Probolinggo – Rutan Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus berkomitmen mendukung pembentukan karakter warga binaan melalui kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi ruang ketenangan dan refleksi diri bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual selama menjalani masa pembinaan. Sabtu (24/01).
Karutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa pembinaan rohani merupakan fondasi penting dalam proses pemasyarakatan.
“Pembinaan rohani bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang membangun kesadaran diri, ketenangan batin, dan karakter positif agar warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tutur Galih.
Sementara itu, Kasubsie Pelayanan Tahanan, M. Yasin, menambahkan bahwa pendekatan spiritual memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas mental dan emosional warga binaan.
“Melalui pembinaan rohani, warga binaan diharapkan mampu mengendalikan diri, menumbuhkan sikap introspektif, serta membangun harapan baru untuk menjalani hidup yang lebih bermakna,” ujar M. Yasin.
Pembinaan rohani ini sebagai sarana pemulihan batin dan penguatan nilai kemanusiaan. Warga binaan diberikan ruang untuk menenangkan diri, merefleksikan perjalanan hidup, serta menanamkan nilai-nilai keimanan sebagai bekal perubahan diri sebelum kembali ke masyarakat.
(Pras)





