Sering Kali Transaksi Sabu, Sat Reserse Narkoba Polres Jeneponto Amankan IRT di Kecamatan Bontoramba

PENJURU. ID | Jeneponto – Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menguasai, menyimpan, atau menyediakan narkotika Goloongan I jenis Sabu.

Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / A / 02 / I / 2022 / SPKT / Res Jeneponto, Tgl 14 Januari 2022.

Adapun lokasi penangkapan tepatnya di Dusun Bangkengnunu Desa Barayya Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, Jumat (14/01/2022) sekitar pukul 21.30 Wita.

Pelaku yang di ketahui seorang IRT Inisial JS (45) Pendidikan Trakhir SMP (tidak tamat) beragama Islam, Alamat Dusun Bangkengnunu Desa Barayya Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama, SH menjelaskan kronologis kejadian berawal adanya informasi diketahui bahwa pelaku tersebut sering melakukan peredaran gelap atau transaksi Narkotika jenis Sabu.

“Sehubungan adanya informasi dan hasil Penyelidikan Tim Opsnal Sat Narkoba dan pada saat mengetahui keberadaan pelaku, Tim bergerak dan mendatangi TKP melakukan penggerebekan langsung di rumah pelaku Per. JS.” ungkap AKP Syahrul, SH.

Menurut AKP Syahrul, saat tim tiba di TKP, pelaku sempat melarikan diri ke arah dapur dan terlihat pelaku membuang sesuatu di samping rumahnya.

“Adanya barang atau benda yang di buang sehingga tim memeriksa lokasi arah pelaku membuang sesuatu, namun tim menemukan dan didepan pelaku dibuka dan diperlihatkan barang bukti yang ia buang berupa 2 sachet plastik klip kecil berisi kristal bening yg diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 36,32 gram.”terang AKP Syahrul.

Sementara BB lainnya, 1 bal plastik klip kecil kosong berisikan 879 plastik saset kosong, 1 buah timbangan digital, 1 lembar tissu, 1 buah potongan lakban,1 buah pembungkus kerupuk merek tictac, 1 buah baju anak-anak warna biru hitam bersama 1 pasang sandal perempuan.

Setelah itu pelaku diamankan dan dibawa kekantor Polres Jeneponto untuk dilakukan lidik / sidik dan pengembangan lebih lanjut.

Dari hasil lidik/sidik, pelku dipersangkakan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Maksimal 12 Tahun penjara dan paling singkat 4 tahun penjara, dan denda Rp.800.000.000 ( Delapan ratus juta rupiah).

Pewarta: Mail

Pos terkait