PENJURU.ID | SEMARANG – Saat ini Mural menjadi seni yang digandrungi untuk menghias beberapa tempat. Dengan adanya seni mural, kreasi seni menghias dinding menjadi semakin bervariasi. Tidak perlu diragukan lagi betapa menariknya seni menghias dinding satu ini.
Bak pelita di malam gelap, mural menjadi penghias yang sangat menyejukkan mata. Menjadi sesuatu yang menarik perhatian ketika melihat mural menghias berbagai sudut kota. Apalagi mural ini dilakukan oleh orang-orang yang profesional, tentu menjadi sangat indah bukan?
Pengertian Mural
Kata Mural disadur dari bahasa latin “Murus” yang berarti dinding. Sedangkan, dalam arti yang luas mural adalah melukis atau menggambar dengan menggunakan media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen.
Dari sini dapat disimpulkan, lukisan atau gambar apapun yang dibuat pada media permanen seperti lantai, meja, langit-langit atau media permanen lainnya dapat dikategorikan dalam seni lukis mural.
Sejarah Mural
Berdasarkan informasi yang berkembang, seni lukis mural ini telah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan, jika dilihat dari bukti-bukti yang ditemukan, seni lukis mural telah ada sejak 31.500 tahun yang lalu, tepatnya pada masa prasejarah.
Pada masa itu terdapat lukisan yang menggambarkan sebuah gua di Lascaux yaitu daerah Selatan Prancis. Pada masa itu tentu saja belum ada cat air yang kita temukan seperti saat ini, maka bahan yang digunakan adalah sari-sari buah yang dijadikan alat melukis.
Mural yang paling terkenal dan menjadi inspirasi adalah mural karya dari Pablo Picasso yang dinamakan Guernica atau Guernica y Luno. Mural ini dibuat pada saat terjadinya peristiwa perang sipil di Spanyol.
Tujuan dibuatnya mural ini yaitu demi memperingati peristiwa pengeboman oleh tentara Jerman yang terjadi disebuah desa kecil.
Perkembangan Seni Mural
Seperti cabang seni lainnya, seni lukis mural tentu juga mengalami perkembangan dalam berbagai aspek. Jika dahulu seni ini hanya sebagai bentuk ungkapan, mengkritisi masalah sosial dan hanya sebagai seni yang dilakukan sebagai ungkapan perasaan yang dirasakan, kini mural menjadi “Bisnis Seni Lukis Yang Menjanjikan”.
Bukanlah hal yang mengherankan jika saat ini, cafe, restoran, hotel, kantor, apartemen, hingga rumah menjadikan seni lukis mural sebagai Point Of View dari sebuah ruangan.
Bentuk atau visual mural sangat berperan dan berpengaruh dalam
menarik perhatian dan pemahaman masyarakat luas untuk melihat dan menikmati karya mural, karena objek atau visual yang pertamakali dilihat secara lansung ketika berada di ruang publik atau di tempat-tempat yang memiliki mural.
Bentuk atau visual mural yang tersebar di ruang publik memiliki ciri khas masing-masing yang menyesuaikan dengan keperluan suatu tempat. Ada yang berbentuk objek atau gambar dan ada yang menggabungkan gambar dengan tulisan atau kalimat.
Mural yang tersebar di beberapa lokasi ruang publik memiliki corak atau gaya yang beragam, karena corak mural tergantung pada kegunaan dan kebutuhan suatu tempat. Corak atau gaya mural yang tersebar ruang publik Kota Padang lebih cenderung kepada corak figuratif, objek yang realis, ada yang bercorak dekoratif dan menggabungkan objek dengan kalimat atau tulisan dalam satu kesatuan sebagai corak atau gaya yang di buat oleh seniman.
Setiap mural yang dibuat di ruang publik memiliki fungsi dan
tujuan dan mempengaruhi tujuan suatu tempat, mural memiliki fungsi yang lebih menarik dan berbeda ketimbang menggunakan papan iklan atau baliho. Mural tidak hanya berfungsi sebagai memperindah dan memberikan kesan yang menarik pada suatu lokasi atau tempat, tetapi juga berfungsi sebagai media promosi, bisa sebagai media propaganda, media edukasi dan bisa sebagai nilai ekonomi (Commission work).
Mural masih mendapat pandangan yang kurang baik dari beberapa kalangan masyarakat, karena fungsi mural masih dianggap sebagai suatu perusakan dengan mencoret fasilitas publik atau vandalisme. Pendapat ini sebenarnya sah-sah saja, setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap karya mural yang dibuat di ruang publik.
Mural yang dibuat di ruang publik pasti memiliki arti dan makna ketika dilihat, ada juga yang hanya menampilkan estetik semata ketimbang memikirkan arti dan makna mural ketika dibuat. Setiap tempat memiliki kebutuhan masing-masing dan memiliki arti dan makna yang berbeda-beda, ketika mural dipilih sebagai media informasi atau pemberitahuan, sebagai media promosi, sebagai media propaganda dan sebagai media edukasi di suatu tempat.
Memfungsikan mural dengan bijak dan tepat sasaran bisa menjadi suatu yang bermanfaat untuk orang banyak ketika melihat, tidak hanya memikirkan eksistensi saja, sebaiknya mural yang dibuat harus juga mempertimbangkan bentuk atau visual mural, teknik dalam pembuatan mural dan juga fungsi mural corak (gaya), arti dan makna mural ketika berada di ruang publik. (Maming Hermawan)




