PENJURU.ID | Probolinggo – Ritual Mayu Ilmu merupakan ritual yang dilakukan masyarakat Tengger Lereng Bromo, untuk mensyukuri keberhasilan putra putri yang sukses menempuh pendidikan sampai lulus tingkat Sarjana.
Acara yang berlangsung di aula Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebanyak 150 orang sarjana yang ikut dalam acara Mayu Ilmu yang ke 3 di tahun 2020, ritual di awali pada Tahun 2010 dilanjutkan yang kedua 2015, dan yang sekarang merupakan yang ketiga jatuh pada tahun 2020.
Sebagai sesepuh dan orang tua sangat mengapresiasi atas keberhasilan anak anaknya, dalam pantauan media, Penjuru.id Minggu (15/11/2020) Selaku sesepuh adat Suku Tengger Supoyo SH.MM, yang juga ketua Komisi 3 DPRD, Kabupaten, Probolinggo, mengatakan, Mayu Ilmu merupakan adat tradisi dari Suku Tengger untuk mensyukuri keberhasilan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan tiap 5 tahun sekali.
“Karena ilmu itu suci dan agung banyak membawa manfaat bagi siapa saja, bila didasari oleh Agama, maka pepatah mengatakan ilmu tampa agama akan buta, agama tampa ilmu akan lumpuh, pada dasarnya harus sejalan bersama, oleh karena sucinya ilmu, baik yang akan masuk ataupun lulus pendidikan harus di sucikan yang disebut ritual Sisya Upanayama, ujar,” Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Drs Bambang Suprapto Mpd.
“Sebagai upaya memotifasi, kepada adik adiknya yang masih menempuh pendidikan dari Paud, TK, SD, SLTP, SLTA, agar juga memiliki semangat untuk menyelesaikan Pedidikan Strata, 1, 2 dan 3 sehingga SDM masyarakat Tengger bisa semakin baik kedepan, tentunya juga sebagai calon calon pemimpin masa depan yang berkwalitas mampu bersaing di era globalisasi, Ucap,” Supoyo SH.MM.
“Saya sangat mengapresiasi para pemuda pemudi Tengger, dengan kesungguhan mereka menempa ilmu dari tingkatan dasar sampai lulus Sarjana, serta berterimakasih kepada para orang tua masing masing yang telah mendukung serta memenuhi keinginan putera putrinya untuk meraih pendidikan setinggi mungkin, besar harapan agar mereka, mewujudkan dalam keseharian serta menularkan ilmu yang mereka tempuh di masa pendidikan demi kemajuan masyarakat Tengger pada khususnya, jelas,” Camat Sukapura, Rocmad Widiarto SSTP.
Turut serta dalam acara Mayu Ilmu yang ke 3 di tahun 2020, Kapolsek Sukapura, Babinsa 0820/08 Sukapura, Babinkamtibmas Nagadisari, Tomas, Toga, Tokoh agama dan Pandita, Kepala Desa Sekecamatan Sukapura, dan para Sarjana.
(PRASOJO)




