Rencana Aksi Unjuk Rasa Calon Peserta Mukota Kadin Dinilai Tidak Tepat, Forum Komunikasi Pengusaha Muda Cilegon Angkat Bicara

Cilegon. Rencana aksi unjuk rasa yang di koordinatori Samlawi Baralawe ke Kantor Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Cilegon mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak salah satunya dari Forum Komunikasi Pengusaha Muda Cilegon (FKPMC).

Menurut Bob Sufyani menyayangkan rencana aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan menjelang Mukota KADIN kota Cilegon, kalau ada persoalan sebaikan di diskusikan atau berdialog terlebih dahulu bukan langsung menggelar aksi unjuk rasa.

“Kami menyayangkan tentang rencana aksi yang akan dilaksanakan menjelang Mukota KADIN Cilegon, dan informasinya mengatasnamakan peserta Mukota KADIN yang melakukan aksi unjuk rasa”ungkap Bob Sufyani. Minggu (08/09/2024)

Lanjutnya. Seharusnya pengusaha sepatutnya tidak melakukan aksi sampai pada berunjuk rasa, jika ada kekurangan dan aspirasi seyogyanya bisa dilakukan dengan cara berdialog, Kadin adalah wadahnya pengusaha, dan wadah tersebut harus dijaga dengan baik oleh seluruh stake holder.

“Pemilihan ketua kadin cilegon kedepan ada perbedaan pilihan calon itu sesuatu hal yang biasa, tapi yang kita kedepankan adalah bagaimana kadin sebagai wadah pengusaha harus sama-sama kita jaga sebagai organisasi yang sangat berpengaruh Terhadap ekonomi daerah sampai dengan nasional”Tegasnya.

Bob Sufyani berharap agar peserta Mukota Kadin bisa mengikuti peraturan yang di buat oleh panitia dan juga mengikuti aturan-aturan organisasi serta aturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari KADIN itu sendiri.

“Tentunya panitia mengacu pada peraturan yang ada di dalam peraturan organisasi maupun Ad/Art Kadin itu sendiri, jadi saya harap semua ikut menghormati dan bisa mengikuti apa yang jadi ketentuan dalam Mukota Kadin Cilegon ini”harap Bob Sufyani

Sementara itu tokoh muda sekaligus pengusaha muda kota Cilegon Johan Singandaru mengatakan bahwa tindakan unjuk rasa yang di lakukan atas nama pengusahan tidak pantas.

“Sebagai pengusaha tentunya banyak instrumen untuk menyalurkan aspirasi secara lebih elegan dengan jaringan yang dimiliki. Jadi ga perlulah pengusaha itu sampai melakukan aksi demonstrasi, saya rasa itu Telalu berlebihan, bahkan bisa menjadi preseden buruk kedepannya.”ungkap Johan singandaru

Pos terkait