Polisi Turun ke Lahan Pertanian, Dukung Produktivitas Jagung di Kota Probolinggo

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Probolinggo Kota. Melalui kegiatan sambang dan pendampingan kepada petani, kepolisian turut memantau perkembangan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketersediaan pangan masyarakat.

Seperti yang dilakukan personel Polsubsektor Kanigaran pada Rabu (12/8/2026). Petugas mendatangi area pertanian jagung yang berada di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, guna melihat langsung kondisi tanaman sekaligus menjalin komunikasi dengan petani setempat.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari Wetan, Briptu Aldian, melakukan pengecekan terhadap lahan seluas sekitar satu hektare milik Sugito yang ditanami jagung varietas Jago. Tanaman tersebut diketahui mulai ditanam sejak pertengahan Juni 2026 dan diperkirakan memasuki masa panen pada Oktober mendatang.

Selain melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman, petugas juga berdialog dengan pemilik lahan mengenai berbagai kondisi yang dihadapi selama proses budidaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan pertanian sekaligus mendengar langsung kebutuhan maupun kendala yang dialami petani di lapangan.

Dalam kesempatan itu, petugas turut mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan pertanian. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas serta terus menjaga hubungan harmonis antarwarga demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman.

Kapolsubsektor Kanigaran, IPDA Iwan Hardi, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya hadir mendukung sektor-sektor produktif, termasuk pertanian. Melalui komunikasi yang baik dengan petani, kami berharap dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan hasil produksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara petani, masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha pertanian. Dengan lingkungan yang kondusif, para petani dapat menjalankan aktivitasnya secara optimal hingga masa panen tiba.

Berdasarkan hasil pemantauan, lahan jagung tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan panen sekitar 7 hingga 9 ton. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.

(Prasojo)

Pos terkait