Pengurus KWP Beri Support Pelajar di Ponorogo Agar Jadi Penulis Hebat

PENJURU.ID | Ponorogo – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat belajar keluarga besar SMA Negeri 1 Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk terus berkarya. Terbukti, sekolah yang dinahkodai Kepala Sekolah, Suroso tersebut terus melakukan kegiatan inovatif dengan mengembangkan kreatifitas anak didik di SMA Negeri 1 Babadan.

Hal itu bisa dilihat dalam kegiatan seminar sehari dengan materi jurnalistik, puisi dan desain grafis, di Aula SMA Negeri 1 Babadan, (11/11/2021).

Sedangkan, tema ya adalah, ‘Bersinergi membangun generasi muda kreatif, kritis, inovatif dan terampil dalam berkarya di masa Pandemi’.

Menurut pembimbing jurnalistik, Yunita Rachmawati, seminar sehari yang diikuti puluhan pelajar di sekolahnya ini juga untuk mengetahui bakat dan minat para pelajar yang mengikuti avara tersebut. “Tujuannya diselenggaraka seminar ini adalah, untuk menumbuhkan profil belajar Pancasila dengan generasi muda yang kreatif, kritis dan inovatif,” ungkap Yunita Rachmawati.

Seminar ini juga menghadirkan beberapa narasumber dalam bidang jurnalistik, puisi dan desain grafis. “Kami berharap setelah siswa/siswi ini mengikuti seminar ini,  para pelajar ini bisa mempratekkan dan menerapkan ilmu pengetahuannya yang didapatkan dalam kegiatan yang nyata dibidang jurnalistik, puisi dan desain grafis,” harapnya.

Sementara itu, pemateri jurnalistik adalah, Muh. Nurcholis salah satu jurnalis di Bumi Reyog yang juga merupakan pengurus Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP). “Alhamdulillah, hari ini kami bisa berbagi ilmu dibidang Jurnalistik bersama calon-calon penulis hebat dari SMA Negeri 1 Babadan. Adik-adik pelajar tampak semangat karena seorang penulis hebat harus berani,  bertanggungjawab dan banyak membaca serta jangan lelah untuk selalu belajar,” pinta Muh. Nurcholis.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babadan,  Suroso berharap, para pelajar yang mengikuti seminar sehari tersebut harus serius agar ilmu yang disampaikan oleh pemateri bisa terserap dengan baik. “Kemudian, bisa mempratekkan seluruh ilmu yang di dapat pada hari ini  dalam praktek sesungguhnya,” tandas Suroso. (Red. Fiyn/NR)

Pos terkait