PENJURU.ID|Karawang – Program Bhakti Padamu Negeri FORSIKA (Forum Sinergitas Karawang) dalam rangka HUT RI ke 75 ialah mengakomodir masyarakat Karawang untuk mendapatkan bea siswa program S1 kuliah bebas sampai lulus menjadi Sarjana.
Menurut Paojan MS, SE.M.Akt, selaku Ketua FORSIKA, program ini dilatarbelakangi situasi masyarakat Dunia termasuk Indonesia yang sedang terpapar covid 19. Hal ini Menjadikan ekonomi Indonesia diambang resesi.
Keadaan ini kata Paojan menjadikan masyarakat kesulitan untuk bertahan (survive) dalam memenuhi segala kebutuhanya. Termasuk kebutuhan, sandang, pangan dan papan.
“Gelombang PHK terjadi dimana-mana, lapangan pekerjaan menjadi semakin sulit, kriminalitas semakin meningkat dan kesenjangan sosial semakin tinggi. Sementara pendidikan anak-anak kita harus tetap terselamatkan. Mereka harus punya masa depan. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan menggantikan estapet kepemimpinan di segala bidang, Kamis (20/07/2020).” ucap Paojan
Maka oleh sebab itu FORSIKA sebagai bagian dari komunitas masyarakat merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu buat masyarakat. “Pendidikan menjadi fokus kami karena sebagian besar anggota kami adalah para pendidik yang terdiri guru dan dosen. Tahun ini kami bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi NU mengakomodir masyarakat untuk mendapatakan bea siswa penuh program S1 kuliah gratis sampai menjadi sarjana,” ujar Paojan.
Melalui program bea siswa penuh ini, di usia Republik Indonesia yang ke 75 tahun, FORSIKA kata Paojan sudah memerdekan 43 putra putri terbaik Karawang dari sulitnya mendapatkan pendidikan tinggi/kuliah ditengah paparan virus corona dan al-hamdulillah semuanya lulus.
Program ini kata Paojan masih terus berlangsung karena FORSIKA telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi milik tokoh NU.
“Pada akhir agustus dan awal september 2020 kami masih akan melakukan proses rekruitmen, ujian dan wawancara gelombang terakhir baik program bea siswa penuh pemegang KIP maupun non pemegang KIP. Untuk info lebih lanjut silahkan bisa menghubungi call center kami di 087869881750,” ujarnya.
Program FORSIKA ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi ditengah-tengah terpuruknya ekonomi akibat paparan covid 19. “Selaku pendiri dan ketua umum FORSIKA sekaligus sebagai Akademisi dan praktisi, saya berharap pemerintah baik daerah maupun pusat bisa meningkatkan pos keuanganya untuk program bea siswa,” terangnya.
“Serta kami juga mengharapkan peran dunia industri perusahaan agar bisa mengalokasikan CSR nya untuk bea siswa. Apalagi karawang ini adalah kota Industri terbesar di Asia tenggara yang tentunya terdapat banyak perusahaan-perusahaan nasional dan internasional. Ironis sekali kalau pendidikanya terpuruk,” tambahnya.
Filosifi FORSIKA terang Paojan yaitu pendidikan adalah gerbang menuju perubahan yang beradab. Bagaimana kerja kerasnya Kaisar Jepang pasca bom atom yang meluluh lantahkan dua kota utamanya Hirosima dan Nagasaki. Maka yang Kaisar lakukan adalah membenahinya dari sektor pendidikan. Dengan menanyakan berapa tenaga pendidikan yang tersisa. Terbukti jepang sekarang secara ekonomi menjadi macan asia dan dunia yang di segani.
“Maka saya sampaikan bahwa pendidikan adalah gerbang untuk menuju satu perubahan,” tutupnya.
(UB)





