PENJURU.ID | Indonesia – Nilai rupiah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan, Rabu (21/10/2020). Harapan cairnya stimulus fiskal di AS membuat sentimen pelaku pasar membaik, yang memicu penguatan rupiah.
Rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,14% di Rp 14.630/US$. Penguatan rupiah terakselerasi hingga 0,35% ke Rp 14.599/US$, sebelum terpangkas dan berada di level Rp 14.625/US$, menguat 0,17% di pasar spot. Dilansir data Refinitiv, Rabu (21/10/2020).
Nancy Pelosi Selaku Ketua DPR (House of Representatif) menjelaskan, sudah memulai perundingan dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin sejak awal pekan lalu.
“Pelosi dan Mnuchin akan melanjutkan perundingan di hari Rabu, dan berharap melihat adanya beberapa kesepakatan sebelum akhir pekan”. Ucap Mark Meadows selaku kepala staf Gedung Putih, Rabu (21/10/2020).
Masih belum diketahui secara jelas nilai stimulus fiskal tersebut. Partai Demokrat yang menguasai DPR AS mengusulkan US$ 2,2 triliun, yang dianggap terlalu besar oleh Pemerintah AS yang mengusulkan US$ 1,8 triliun.
Presiden Donald Trump mengatakan, akan menyetujui stimulus yang lebih besar ketimbang yang diajukan Partai Demokrat.
“Saya akan menyetujui stimulus yang lebih besar dari diajukan Partai Demokrat,” ujar Trump, Rabu (21/10/2020).
Meski demikian, Trump mendapat tantangan dari partainya sendiri, Partai Republik, yang bahkan menyatakan proposal stimulus US$ 1,8 miliar Pemerintah AS terlalu besar.
Dengan sentimen pelaku pasar yang membaik, rupiah berpeluang besar mencatat penguatan lagi hari ini, bahkan tidak menutup kemungkinan ke bawah Rp 14.600/US$. Tandanya terlihat di pasar Non Delivarble Forward (NDF) dimana rupiah terus menunjukkan penguatan dari beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan sampai hari ini, Rabu (21/10/2020).
NDF adalah alat yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu.
Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.





