Kontroversi Mulan 2020, Kenapa Harus Boikot Film? 

Mulan 2020 (Sumber: denofgeek.com)

PENJURU.ID | Disney sedang menjalani trend adaptasi film-film animasi klasiknya dari masa kecil generasi millenial menjadi film live-action seperti Beauty and the Beast, Alladin, bahkan Lion King. Sejak awal September 2020, film tersebut sudah mulai rilis di Disney+ dan Disney+ Hotstar. 

Namun di Internet, #BoycottMulan sempat trending dan itu dikarenakan kontroversi seputar Pembuatan film, tempat syuting, dan komentar aktor-aktris yang mungkin akan mengejutkan Anda. Semenjak tayang film dalam platform online, kontroversi film Disney ini semakin bertambah. 

Berikut adalah tiga alasan terbesar:

Cerita Timur dalam Film Barat

Sudah tentunya tradisi dan ideologi barat berbeda dengan timur dan memungkinkan untuk orang barat mempunyai kesulitan memahami makna dari tradisi dan sejarah Cina, apalagi memahami puisi cerita Mulan yang berasal dari abad 5. 

Maka dari itu, jika costume designer, direktur, dan 4 penulis skrip pembuatan Mulan 2020 diisi dengan orang putih barat. Apakah mengherankan jika banyak interpretasi dari legenda Mulan tidak sesuai dengan nilai-nilai Cina sekarang? Dimulai dari hal sederhana seperti kesalahpahaman dalam mendefinisikan Chi seolah itu kekuatan mistis, beberapa setting film yang tidak sesuai dengan sejarah lokasi cerita, ataupun penggunaan konsep penyihir yang seharus tidak ada dalam kisah-kisah Cina. 

Masalah lain dalam penulisan cerita Mulan terbaru ini adalah bagaimana cerita ini punya implikasi mengapresiasi nilai-nilai dinasti kuno Cina, seperti pengabdian kaisar, yang telah dibuang oleh masyarakat Cina kini, seperti tanpa ada konflik yang melawan atau mempertanyakan nilai-nilai konservatif tersebut.  

Film ini mempunyai implikasi pesan untuk tunduk pada pemerintah dan tradisi yang mungkin tidak menyenangkan banyak warga Cina, lebih lagi karena kontroversi berikutnya. 

 

Komentar Aktris Tokoh Mulan, Liu Yifei 

Untuk memahami kontroversi ini, sedikit latar belakang terhadap  Demo Hongkong. Kota ini unik karena memiliki sistem pemerintah berbeda dengan daerah Cina yang lain, sehingga Cina disebut “1 negara, 2 sistem.” Namun terdapat legislasi dimana pemerintah Cina yang ingin mengambil alih sistem pemerintahan otonom mereka, memicu aksi demo yang eskalasi menjadi perlawan sengit antara protester dan polisi. 

Tokoh utama di film Mulan 2020 dimainkan oleh aktris Cina bernama Liu Yifei berkomentar dalam akun Weibo  dengan kutipan “Saya dukung Polisi Hong Kong. Kalian boleh mulai menghajar aku.”

Komentar Liu Yifei mengimplikasikan bahwa protester Hongkong adalah pihak yang bengis sehingga memicu kemarahan warga Hong Kong yang telah mengalami kebrutalan dari polisi demi perlindungan hak Hong Kong menjadi negara autonom dari Cina, hingga #BoycottMulan mulai trending. 

 

Tawanan Muslim Uighurs 

Namun yang paling memicu amarah seluruh dunia tertulis dengan jelas di end credit film tersebut dimana mereka berterima kasih pada beberapa badan pemerintah Cina dalam membantu pembuatan film, 4 dari institusi tersebut merupakan departemen Partai Komunis Cina yang bertanggung jawab penawanan lebih dari 1 juta warga Muslim Uighur di daerah Xinjiang.

Xinjiang merupakan tempat lokasi syuting yang terkenal dalam menawan Muslim etnik Uighur. Etnik grup ini sedang mengalami diskriminasi dari Pemerintah Cina, dimana mereka diawasi dan ditawan dengan usaha untuk menghapus kebudayaan etnik grup tersebut dari Cina dengan cara indoktrinasi propaganda Cina, bahkan memaksa kerja mereka.  

Disney sebagai salah satu perusahaan media terbesar di dunia, berterima kasih kepada institusi Cina tersebut. Maka secara tidak langsung, antara mereka mendukung aksi pelanggaran hak asasi manusia ini dalam platform internasional atau mereka tidak peduli sama sekali. 

 

Pos terkait