Ketua HAMAS Terpilih Ingatkan Bupati Serang: Pergantian Sekda Jangan Berdasarkan Siapa Ponakan Siapa, Kompetensi Harus Diutamakan!

PENJURU.ID|SERANG — Isu pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang kembali menjadi perhatian kalangan mahasiswa. Ketua Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) terpilih, Abdul Salam, mengingatkan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah agar pengisian jabatan tertinggi dalam birokrasi pemerintah daerah tidak didasarkan pada hubungan keluarga, kedekatan politik, maupun kepentingan kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Salam dalam wawancara bersama awak media, menyikapi berkembangnya isu pergantian Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, serta munculnya nama salah seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang yang disebut-sebut berpeluang menjadi penggantinya.

Abdul menegaskan bahwa pergantian Sekda seharusnya menjadi momentum memperbaiki kualitas birokrasi, bukan sekadar mengganti pejabat tanpa membawa perubahan nyata dalam pelayanan pemerintahan.

“Yang paling penting itu kompetensi, bukan siapa ponakan siapa. Kita berharap pemerintahan hari ini tidak lagi diwarnai intrik-intrik dinasti,” demikian inti pandangan Abdul dalam wawancara tersebut.

Menurut Abdul, salah satu persoalan yang menjadi perhatian HAMAS adalah kemampuan Sekda dalam membangun komunikasi antara pemerintah daerah dengan mahasiswa dan masyarakat.

Ia menilai pejabat Sekda harus mampu menjadi jembatan aspirasi, terutama ketika muncul kritik terhadap kebijakan Bupati maupun Wakil Bupati Serang.

HAMAS berpandangan bahwa Sekda tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi terbuka, merespons persoalan masyarakat, serta mengoordinasikan perangkat daerah secara profesional.

Karena itu, evaluasi terhadap kinerja Zaldi Dhuhana dinilai perlu dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan capaian kinerja dan kebutuhan organisasi pemerintahan.

Di tengah berkembangnya isu pergantian Sekda, perhatian juga tertuju pada salah seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengganti Zaldi Dhuhana.

Pejabat tersebut diketahui menjadi perbincangan karena masa jabatannya pada posisi eselon II disebut belum genap satu tahun.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian HAMAS. Abdul mengingatkan agar setiap figur yang dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Sekda benar-benar dinilai berdasarkan pengalaman, kompetensi, rekam jejak, serta pemenuhan persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

Menurut pandangan HAMAS, jabatan strategis seperti Sekda tidak boleh menjadi ruang bagi kepentingan keluarga ataupun kelompok kekuasaan.

“Harapan di zaman Bupati hari ini tidak ada lagi intrik-intrik dinasti seperti itu,” ujar Abdul Salam.

Pernyataan tersebut merupakan peringatan agar proses pengisian jabatan Sekda berlangsung transparan dan akuntabel, bukan tuduhan bahwa figur tertentu telah melakukan praktik nepotisme.

Abdul mengingatkan bahwa jabatan Sekda memiliki peran strategis dalam mengendalikan jalannya birokrasi dan membantu kepala daerah menjalankan program pemerintahan.

Oleh karena itu, siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki jabatan tersebut harus memiliki integritas, independensi, serta kemampuan bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Serang.

HAMAS juga berharap Bupati Ratu Rachmatuzakiyah memastikan setiap tahapan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dan ketentuan yang berlaku.

Abdul menegaskan bahwa HAMAS tidak sedang mempersoalkan individu tertentu, melainkan mengingatkan pentingnya menjaga birokrasi dari potensi konflik kepentingan.

Di bawah kepemimpinan Abdul Salam, HAMAS menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Serang.

Termasuk mengawal perkembangan isu pergantian Sekda agar prosesnya berjalan transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Bagi HAMAS, pergantian Sekda seharusnya menjadi kesempatan bagi Bupati Serang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, memperbaiki komunikasi dengan mahasiswa, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.

Pergantian Sekda bukan persoalan siapa yang dekat dengan penguasa, atau siapa ponakan siapa. Persoalan utamanya adalah siapa yang memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi, dan mampu menjalankan tanggung jawab jabatan secara profesional.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai rencana pergantian Zaldi Dhuhana maupun figur yang akan ditunjuk sebagai penggantinya masih memerlukan konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Serang.

HAMAS menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut agar kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pemerintahan Kabupaten Serang.

Pos terkait