PENJURU.ID I Sukabumi – Dunia kesehatan di Kabupaten Sukabumi dicemari oleh ulah oknum Puskesmas Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi. Puskesmas yang seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan kesehatan, diduga malah mempersulit warga masyarakatnya yang saat itu sangat membutuhkan penanganan kesehatan anaknya yang sakit Step dengan cara meminta uang Rp.200 ribu dengan dalih untuk biaya penggunaan ambulans puskesmas mengantar ke Rumah Sakit rujukan. Seperti pengakuan tokoh masyarakat di dalam video yang viral di salah satu grup WhatsApp dan sampai ke DPC. AWIBB Sukabumi Raya,
Menanggapi video yang dikirim di salah satu grup whatsapp oleh salah satu tokoh warga masyarakat dari PANGLIMA JAMPANG TANDANG MAKALANGAN, yang dikenal dengan sebutan akrabnya Ustad Peci Merah yang selalu eksist membela warga masyarakat wilayah Jampang tersebut. Ketua DPC.AWIBB Sukabumi Raya, Erik Surya Sumantri langsung menghubungi sang tokoh masyarakat tersebut via whatsapp pribadinya, untuk mengetahui kronologinya,
Seperti yang diterangkan oleh tokoh masyarakat tersebut via whatsapp pribadinya, saat itu saya mendapat laporan dari Jatnika bahwa anaknya sakit step dan dibawa ke puskesmas Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi, sesampainya di puskesmas, pihak puskesmas menyatakan pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Jampang. Saat mau dirujuk (dibawa) kerumahsakit. Ibunya (istri Jatnika) meminta pihak puskesmas untuk mengantar menggunakan mobil ambulans puskesmas, karena saat itu selain kondisi cuaca sedang hujan, juga si anak pun dalam kondisi yang semakin memburuk.
Tapi pihak puskesmas malah meminta uang sebesar Rp.200 ribu yang katanya itu adalah biaya administrasi penggunaan ambulans yang harus dibayar oleh keluarga pasien, karena saat itu mereka sekeluarga tidak ada yang membawa uang. Akhirnya di putuskan untuk segera membawa anak tersebut ke rumah sakit jampang dengan menggunakan sepeda motor.
Dengan perasaan yang panik dibawah tetesan air hujan akhirnya Alhamdulillah sampai juga ke rumahsakit jampang.
“Jujur saya jengkel mendengar laporan mengenai prilaku oknum pihak puskesmas seperti itu, Harusnya mereka tangani dulu anak itu, urusan bayar ambulans bila memang itu peraturan puskesmas, nanti saya yang bayar,” ujar Panglima Jampang Tandang Makalangan.
Ustadz Peci Merah berharap, semoga kejadian ini jadi bahan perhatian untuk Dinas Kesehatan di Kabupaten Sukabumi.
Hal ini membuat Ketua DPC.AWIBB Sukabumi Raya Erik Surya Sumantri angkat bicara, Kepada awak media Erik Surya Sumantri menyampaikan, Saya turut merasa prihatin dengan kejadian yang dialami salah satu masyarakat di wilayah Jampang, yang mana beliau harus membawa anaknya yang sakit dan membutuhkan pertolongan kesehatan dari pihak Puskesmas Kecamatan Cibitung terkesan mempersulit, saat beliau minta pada puskesmas untuk membawanya dengan ambulans dengan dalih harus membayar biaya ambulan sebesar Rp.200 ribu.

“Hal ini sangat tidak pantas diucapkan oleh pihak puskesmas saat kondisi keluarga pasien sedang genting atau darurat, Dimana nurani sebagai figur pekerja kesehatan ?,” ungkap Erik pada awak media, Minggu (25/5/2025).
Apa pantas kata Erik, memperlakukan masyarakat yang jelas-jelas anggota keluarganya dalam kondisi darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit malah dipersulit, dengan harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu cuma untuk mengantarnya ke rumahsakit?.
“Sadar dirilah, Bagaimana kalau kejadian serupa juga menimpa pada dirinya ?,” ujar Erik Geram,
Lebih lanjut Ketua DPC.AWIBB Sukabumi Raya Erik Surya Sumantri mengatakan, dalam waktu dekat kami dari Organisasi DPC. Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) Sukabumi Raya akan segera beraudensi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk membahas masalah tersebut, Bila perlu kami akan meminta untuk memberi sangsi pada itu oknum puskesmas Kecamatan Cibitung, agar jadi pembelajaran ke depannya jangan sampai ada lagi hal semacam itu diwilayah Kabupaten Sukabumi ini,
“Tolong hargailah dan layanilah warga masyarakat dengan sebaik-baiknya. Itu saja dulu yang bisa saya katakan saat ini, Untuk selanjutnya tunggu hasil audensi kami dari DPC.AWIBB Sukabumi Raya nanti dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” tutup Erik.
Sumber : DPC. AWIBB Sukabumi Raya





