PENJURU.ID | Olahraga – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pastikan Serda Aprilia Manganang yang merupakan mantan atlet bola voli nasional berjenis kelamin laki – laki sejak lahir dan bukan perempuan.
Andika memastikan status tersebut setelah Serda Aprilia menjalani corrective surgery atau operasi korektif setelah diketehaui bahwa Serda Aprilia mengidap hipospadia.
Serda Aprilia sendiri bergabung dengan TNI AD pada tahun 2016. Seperti diketahui, Serda Aprilia merupakan mantan atlet bola voli profesional yang sudah menyatakan pensiun sejak tahun 2020 lalu. Serda Aprilia juga merupakan mantan tim nasional bola voli putri Indonesia.
Dilansir dari news.detik.com , Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa telah menyiapkan posisi yang tepat untuk Serda Aprilia setelah pulih dari operasi nanti.
“Selanjutnya, Manganang begitu masuk jajaran TNI AD dia menjadi bintara di komunitas ajudan jenderal. Saya akan dengan kondisi ini, maka saya dengan staf akan melakukan evaluasi untuk memberikan tugas yang lebih pas,” ujar Andika saat melakukan jumpa pers pada, Selasa (09/03/2021).
Serda Aprilia Manganang merupakan mantan atlet voli profesional yang pernah bergabung dengan tim voli kenamaan ibukota yaitu Jakarta Elektrik PLN dan berhasil membawa tim tersebut menjuari Pro Liga.
Tidak hanya di kancah nasional, Serda Aprilia Manganang juga berhasil membawa timnas bola voli putri Indonesia mendapatkan medali perak saat bertanding di Sea Games 2017 yang digelar di Malaysia.
Banyak negara – negara yang protes terkait identitas asli Serda Aprlia. Seperti saat Indonesia bertanding di ajang Sea Games 2015 yang digelar di Singapura, Serda Aprilia yang akan bertanding harus mendapatkan protes dari negara pesaing yaitu Filipina.
Protes tersebut akhirnya ditolak oleh pihak Sea Games 2015 dan Aprilia bisa bertanding Kembali di ajang tersebut.
Perlu diketahui, Serda Aprilia Mangang sendiri memiliki kelainan Hipospadia sejak lahir. Hipospadia sendiri merupakan cacat sejak lahir pada anak laki – laki yang mana cacat tersebut membuat pembukaan urtera tidak terletak di ujung penis.
Dari banyaknya kasus Hipospadia, kelainan tersebut disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain seperti makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh sang ibu, obat – obatan yang dikonsumsi oleh sang ibu dan lingkungan sang ibu saat sedang masa kehamilan.





