PENJURU.ID | TAPSEL – DPP Serma Tapsel bersama Naposo Nauli Bulung (NNB) Sayur Matinggi yang terdiri dari NNB Sirumondang Bulan I, NNB Sirumondang Bulan II,
Persatuan NNB Sayur Matinggi Lingkungan III, dan NNB Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi menyelenggarakan kegiatan kampanye sadar lingkungan, yang diikuti lebih dari 30 lembaga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Aek Libung Kec. Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan pada jum’at, 9 Juli 2021.
Organisasi yang turut serta dalam kegiatan ini antara lain KNPI Tapsel, GMP Tapsel, PKN tapsel, Perindu Debu Jalanan (PDJ), SAPMA BAPERA Tapsel, HMI, HMJ TBI IAIN Padangsidimpuan, KMMK, MAPASTA IAIN Padangsidimpuan, Pramuka IAIN Padangsidimpuan, TBO, Sahabat Alam Tabagsel, SAPMA Pemuda NKRI, SAPMA PKN, LIPMA Bator, Walantara, IPK Kec. Sayur Matinggi, PKSLH IAIN Padangsidimpuan,
GenBi Sibolga Komisariat IAIN Padangsidimpuan, Pramuka SMA 1 Sayur Matinggi, IPA TAPSEL, HMP PS IAIN Padangsidimpuan. Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh naposo Nauli bulung dari berbagai daerah di Tapsel.
Yahya Habibi Nasution selaku penyelenggara menjelaskan kegiatan ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap kondisi sungai Batang Angkola.
” kegiatan ini diadakan atas keprihatinan kita terkait kondisi sungai Batang Angkola yang sudah sangat tercemar dengan sampah anorganik kiriman dan Mulai langkanya Ikan di kecamatan tersebut akibat maraknya pengambilan ikan dari sungai dengan alat penangkap ikan yang dilarang UU Seperti Sentrum yang dapat mengancam habitat ikan, plankton dan lain-lain.” Ujarnya.
Kurniawan Nasution menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat terutama pemuda untuk selalu menjaga kebersihan aliran sungai.
“Kita semua tahu sungai merupakan sumber kehidupan yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan termasuk sungai Batang Angkola ini, banyak manfaat yang kita peroleh dari sini seperti mencari ikan, mandi, objek wisata, mencuci, membuat bendungan, irigasi pertanian, menjaga ekosistem air dan masih banyak lagi. Jadi sudah sewajarnya kita menjaga kelestarian sungai ini. Terutama generasi muda yang kelak akan mewarisi bangsa ini termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya.” Ujarnya
Sementara itu Kadis Pariwisata Saftar Harahap dalam sambutannya menyampaikan Aek Libung merupakan daerah warisan banjir disebabkan banyaknya sampah di sepanjang aliran sungai.
“Saya masih terbayang belasan tahun lalu saya pernah menjabat di kecamatan Sayur Matinggi. Aek Libung adalah warisan banjir disebabkan sampah. Di bendungan sana biasanya banyak tumpukan-tumpukan sampah yang layak menjadi perhatian kita semua.” Ungkapnya
Untuk itu lanjut Saftar, diperlukan adanya komitmmen dari dinas Lingkungan Hidup.
“Bicara sampah ini adalah musuh yang nyata bagi kita semua baik organik maupun non organik. Untuk itu akan sangat bagus bila kita bisa memanfaatkan sampah. Jangan nantinya kegiatan ini hanya sebagai ceremony, pertemuan belaka, namun kita berharap ada output atau hasil yang kita raih dari kegiatan ini. Jadi kami berharap kepada dinas terkait kiranya ini ditindak lanjuti baik itu pembinaan ataupun pemanfaatan daripada sampah yang ada.” Jelasnya.
Selesai pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan penaburan benih ikan. Pada sesi ini perwakilan dari tiap-tiap organisasi menaburkan benih ikan ke dalam sungai. Adapun ikan yang dilepaskan terdiri dari 6 jenis yaitu nila, mas, tawes, lele, merah dan bawal dengan jumlah belasan ribu ekor.
Setelah pelepasan benih ikan seluruh partisipant membersihkan aliran sungai dari sampah-sampah organik dan non organik. Pembersihan dilakukan dengan mengintari sepanjang aliran sungai yang dibagi menjadi beberapa titik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pariwisata Tapsel, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas PUPR Camat Sayur Matinggi, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerhati Lingkungan, serta tokoh masyarakat dari berbagai desa.




