PENJURU. ID | JENEPONTO – Polemik yang menyeret Kepala Desa Pa’rasangang Beru, Rahman Joa, terkait dugaan hubungan khusus dengan perempuan berinisial Juba, semakin menjadi sorotan.
Di tengah isu dugaan perselingkuhan, Rahman Joa justru membuat pengakuan berbeda. Ia membantah perselingkuhan dan menyebut Juba sebagai istrinya.
“Tidak benar itu saya selingkuh, karena istriku itu, De,” ungkap Rahman Joa melalui WhatsApp kepada redaksi PENJURU.ID, Sabtu (31/10/2026).
Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan serius. Jika Juba benar istrinya, bagaimana status perkawinan mereka, kapan menikah, dan bagaimana penerimaan keluarga masing-masing?
Ketua DPD I LSM GEMPA Indonesia Sulawesi Selatan, Ismail Lili, meminta pengakuan tersebut dijelaskan secara terbuka, bukan sekadar menjadi pernyataan sepihak.
“Kalau memang Juba adalah istrinya, harus ada kejelasan status perkawinannya. Publik berhak mengetahui penjelasan yang utuh agar tidak muncul spekulasi berkepanjangan,” tegas Ismail Lili.
Ia juga menilai, persoalan yang telah menjadi perhatian masyarakat perlu dicermati pemerintah daerah apabila berdampak terhadap ketenteraman dan hubungan sosial warga.
Perkembangan lain terjadi setelah berita sebelumnya diterbitkan. Rahman Joa kembali menghubungi redaksi dan meminta foto yang digunakan dalam pemberitaan agar dihapus.
Permintaan tersebut disampaikan melalui WhatsApp, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 16.55 WITA.
“Itu photo minta tlong kita hapuski, jgn kasih naik de. Nanti kt ketemu. Ketemuki sebentar klu bisa atau besok? Itu photo hpuski de,” tulis Rahman Joa kepada redaksi.
Permintaan penghapusan foto tersebut menjadi perkembangan tersendiri di tengah polemik yang belum mendapatkan penjelasan menyeluruh.
Namun, pertanyaan mendasar masih menunggu jawaban, apakah benar Juba merupakan istri Rahman Joa, bagaimana status perkawinannya, dan bagaimana tanggapan keluarga kedua belah pihak?
Redaksi PENJURU.ID tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Rahman Joa, Juba, maupun pihak keluarga.
Sebab, polemik ini tidak cukup dijawab dengan permintaan menghapus foto. Kejelasan atas pengakuan yang telah disampaikan kepada publik tetap menjadi hal yang dinantikan.



