I Wayan Arta Dipa: “Jika Membantah Penelitian Santo Saba,Berusahalah Mencari Jawaban, Berlomba Lakukan Penelitian”

PENJURU.ID|KARANGASEM – Rasa bangga dan salut kepada para sahabat Putra Nusantara yang gagah berani membongkar Misteri Sejarah masa lalu yang sudah lama terkubur entah siapa yang mengubur itu tidak penting .

Tema yang diangkat oleh Penjuru TV Channel Bali dengan Moderator Jala Sathya Girinatha bersinergi dengan Santo Saba Piliang (Peneliti Senior Turn Back History) dan Ida Bagus Gede Bergawa Grandita S.S (Praktisi Budaya Bali Millenial) ” Merekontruksi Kembali Sejarah Nusantara. “Justru hal tersebut akan membuat para ahli sejarah akan berpikir ulang seribu kali.” kata Dr.I Wayan Arta Dipa.SH.MH., Wakil Bupati Karangasem saat dikonfirmasi penjuru.id, Rabu, (01/09) melalui sambungan telepon.

Arta Dwipa menegaskan, tetapi jika Beliau bijak , pasti akan menyadari bahwa Ilmu itu Dinamis , tidak ada yang kekal abadi dan kita sebagai manusia biasa tentu juga harus sadar bahwa tidak ada yang sempurna .

“Dalam tataran Akademis setiap saat ada perubahan sejalan dengan perkembangan teknologi dan Informasi , lebih saat ini banyak yang akan mengalami perubahan.” tegasnya.

Contoh dalam tataran Akademis : Kita mengenal teori Evolusi Darwin , mengatakan manusia berasal dari Perubahan Kera , sekarang teori ini telah terbantahkan karena ada temuan penelitian baru yang terbukti mampu menggugurkan Teori Darwin yang bepuluh tahun kita anggap benar dan banyak ahli saat itu kagum dengan Teori Darwin tanpa berusaha mencari dan menelusuri kebenaran dimaksud , bahkan bangga denga mencomot atau Copy Pasta teori sejenisnya .

“Berangkat dari perkembangan Ilmu teknologi dan Ilmu pengetahuan yang begitu Dinamis , maka para Ilmuan yang ada / Tokoh apapun namanya / gelar apaun yang disematkan pada dirinya tidak perlu kebakaran jenggot ketika melihat kenyataan bahwa ada penemuan baru yang saih dan bahkan menggugurkan hasil penelitian kita.” paparnya.

“Jika ingin membantah , saya mengajak agar berusaha mencari jawaban , berlomba melakukan penelitian.” imbuhnya.

“Kita sadar bahwa bicara sejarah , apalagi sudah ribuan tahun sangat amat sulit mencari reprensi yang akurat . Karena itu sekali lagi saya bangga melihat putra putri Sahabat Nusantara yang meluangkan waktu dan tenaga serta pengorbanan yang tidak terhitung besarnya mau melakukan penelitian tentang Peradaban Bangsa Nusantara masa lalu yang sesungguhnya sudah demikian maju tapi tenggelam entah kenapa.” paparnya.

“Semoga banyak lahir dan muncul Santo Saba Pikiang yang lain , utamanya Para Ahli sejarah legowo ikut melakukan penelitian demi Nusantara kita tercinta.”pungkasnya.(Nayaka Penjuru).

Pos terkait