Penjuru.id | Jambi – Kota Sungai Penuh kembali diguncang isu serius terkait dugaan operasi manipulasi digital yang menyasar pejabat daerah serta keluarga Wali Kota Sungai Penuh. Akun palsu yang menggunakan identitas Ketua Mahasiswa Minang Sungai Penuh–Kerinci, Gandhi Wira Azani, diketahui telah beroperasi pertengahan tahun. Meskipun sudah dilaporkan, akun tersebut memproduksi konten hoaks, menggiring opini menyesatkan, dan bahkan mencatut nama keluarga Wali Kota Sungai Penuh.
Himpunan Mahasiswa Minang Sungai Penuh–Kerinci (HMM-SUCI) menegaskan tidak akan tinggal diam. Kami mendesak penegak hukum bertindak tegas terhadap pemilik akun palsu yang diduga merupakan anak dari seorang ASN pejabat tinggi di Kota Sungai Penuh. Tindakan ini telah merusak reputasi pemerintah daerah sekaligus mencederai integritas birokrasi.
Sikap kedua orang tua terduga pelaku, yang juga menjabat posisi strategis namun tidak menunjukkan itikad kooperatif dalam penyelesaian perkara anaknya, semakin memunculkan dugaan adanya upaya sistematis menghalangi proses hukum. HMM-SUCI menegaskan siap turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di Polres Kerinci apabila penanganan perkara ini tidak menunjukkan perkembangan yang jelas.
Kami mendesak Kapolres Kerinci untuk segera menuntaskan penyidikan, mengungkap pelaku yang bertanggung jawab, dan memberikan sanksi sesuai ketentuan hukum. Kami juga meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mengambil langkah tegas terhadap ASN yang diduga anaknya terlibat dalam kasus ini.
HMM-SUCI tidak akan mundur satu langkah pun. Kami akan mengawal proses hukum sampai tuntas demi tegaknya keadilan. Sikap kami bukan soal kepentingan kelompok, tetapi soal marwah, harga diri, dan tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga kebenaran.





