Gatur Lalin di Jalur Pantura, AIPDA Amiruddin: Kehadiran Polisi di Jalan untuk Melayani, Bukan Sekadar Mengatur Lalu Lintas

Penjuru.id | PROBOLINGGO – Kesibukan masyarakat pada pagi hari menjadi salah satu momen yang membutuhkan kehadiran polisi di jalan raya. Bagi Anggota Satlantas Polres Probolinggo, AIPDA Amiruddin, tugas pengaturan lalu lintas bukan hanya memastikan kendaraan tetap bergerak lancar, tetapi juga memberikan rasa aman kepada setiap pengguna jalan.

Pesan itu ia sampaikan saat melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik padat kendaraan pada Jumat (17/7). Menurutnya, pelayanan yang diberikan personel Satlantas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Setiap pagi kami berupaya hadir sebelum aktivitas masyarakat dimulai. Tujuannya bukan hanya mengurai kepadatan kendaraan, tetapi memastikan masyarakat dapat berangkat bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas dengan aman,” kata AIPDA Amiruddin.

Pada kegiatan tersebut, Satlantas Polres Probolinggo menempatkan personel di tiga lokasi yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi, yakni depan MTs Pajarakan, Simpang Tiga Semampir, serta kawasan selatan perlintasan rel kereta api Malasan.

Di ketiga titik itu, petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas, membantu pelajar dan pejalan kaki menyeberang jalan, serta mengantisipasi potensi kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk.

Amiruddin mengatakan, keberadaan anggota Satlantas di lapangan juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi cara yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas.

“Kami tidak hanya berdiri mengatur kendaraan. Kami juga mengingatkan pengendara agar memakai helm berstandar SNI, menggunakan sabuk pengaman, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengurangi kecepatan di kawasan sekolah maupun persimpangan,” ujarnya.

Ia menilai, keselamatan berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui penegakan hukum. Dibutuhkan kepedulian seluruh pengguna jalan untuk menjadikan disiplin sebagai bagian dari budaya berkendara.

“Kalau semua pengguna jalan saling menghormati dan mematuhi aturan, maka potensi kecelakaan bisa ditekan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas kepolisian,” ungkapnya.

Menurut Amiruddin, kegiatan pengaturan lalu lintas yang dilakukan setiap hari juga menjadi langkah preventif dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya di titik-titik yang memiliki volume kendaraan tinggi.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran polisi di lapangan. Ketika arus lalu lintas lancar, anak-anak bisa masuk sekolah tepat waktu, pekerja dapat sampai di tempat kerja dengan aman, dan aktivitas masyarakat berjalan tanpa hambatan,” tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan aturan lalu lintas meski kondisi jalan terlihat lengang. Menurutnya, kepatuhan harus lahir dari kesadaran, bukan karena ada atau tidaknya petugas.

“Budaya tertib berlalu lintas dimulai dari hal-hal sederhana. Gunakan perlengkapan keselamatan, patuhi aturan, dan selalu utamakan etika saat berkendara. Dengan begitu, kita ikut menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas AIPDA Amiruddin.

Melalui kegiatan rutin tersebut, Satlantas Polres Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. (Pras)

Pos terkait