“Tim Advokasi Sungai Penuh Juara Ultimatum Pemkot: Integritas ASN Dipertaruhkan, Copot Sekretaris Kesbangpol!”

Penjuru.id | Sungai Penuh — Tim Advokasi Sungai Penuh Juara dengan tegas menyampaikan keberatan keras atas jalannya mediasi yang berlangsung semalam terkait dugaan kasus fitnah yang dilakukan oleh anak dari seorang pejabat publik, yakni Sekretaris Kesbangpol Kota Sungai Penuh.

Dalam pernyataannya, Tim Advokasi menilai tawaran penyelesaian yang disampaikan pihak keluarga pelaku merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat korban, sekaligus menunjukkan arogansi yang tidak dapat diterima.

“Kami menilai tawaran tersebut bukan bentuk itikad baik, tetapi justru pelecehan terhadap harga diri korban dan profesi kami sebagai kuasa hukum,” tegas Tim Advokasi.

Menurut Tim Advokasi, cara keluarga pelaku bernegosiasi mencerminkan ketidakseriusan untuk menyelesaikan perkara, bahkan terkesan meremehkan akibat psikologis dan sosial yang dialami korban.

Pihak advokasi menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar penyelesaian antar pribadi, tetapi menyangkut marwah pemerintah Kota Sungai Penuh, mengingat ayah pelaku adalah pejabat yang menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Kesbangpol.

“Integritas ASN dipertaruhkan. Bagaimana mungkin seorang pejabat yang gagal memberikan keteladanan moral di lingkungan keluarganya tetap dibiarkan memegang jabatan yang berhubungan langsung dengan pembinaan masyarakat?” lanjut pernyataan itu.

Tim Advokasi Sungai Penuh Juara mendesak Pemkot Sungai Penuh untuk segera mengambil tindakan tegas berupa pencopotan Sekretaris Kesbangpol dari jabatannya, demi menjaga kepercayaan publik dan wibawa institusi.

Apabila tidak ada langkah konkret dari Pemkot, Tim Advokasi memastikan akan menempuh jalur resmi ke Inspektorat, BKPSDM, hingga proses hukum pidana dan perdata.

“Kami memberikan ultimatum moral kepada Pemkot. Diamnya pemerintah sama artinya dengan membiarkan praktik pembiaran, pelecehan, dan hilangnya rasa keadilan bagi korban,” tutup Tim Advokasi.

Pos terkait