PENJURU.ID | Probolinggo – Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Faisol Riza, terus mendorong warga di Kabupaten Probolinggo, agar mencintai produk lokal atau produk dalam negeri.
Upaya ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kecintaan produk dalam negeri kepada masyarakat, melalui gerakan nasional ‘Bangga Buatan Indonesia’, di aula Ponpes Nurul Qodim, Kalikajar Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu 5 November 2022.
Sosialisasi tersebut melibatkan sejumlah perempuan dan pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo.
Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza mengatakan, kalau mencintai produk dalam negeri ini harus terus digalakkan.
“Pertama memang, kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan kualitas-kualitas brand ternama,”katanya.
Menurutnya, ada beberapa manfaat jika masyarakat Indonesia memilih dan mencintai produk lokal atau produk dalam negeri.
Pertama kata Faisol Riza, yaitu mendukung pengembangan UMKM lokal di Kabupaten Probolinggo
Sehingga produk produksi produk lokal semakin baik dan usaha mereka berkembang.
Kedua lanjut Faisol Riza, dengan mencintai produk lokal juga telah membantu memperluas lapangan pekerjaan.
Sebab jika brand lokal semakin diminati, maka produksi akan semakin bertambah dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.
Ketiga, keuntungan yang akan didapatkan dengan membeli produk lokal adalah harga murah tapi kualitas juga bagus.
Tidak sedikit produk lokal yang kualitasnya lebih baik dibanding produk internasional.
Kemudian keempat, keuntungan mencintai produk lokal adalah meningkatkan devisa dan perekonomian nasional.
Menurutnya, tingkat stabilitas ekonomi suatu negara ditentukan oleh banyaknya devisa yang dimiliki negara tersebut.
Sebab kata dia, jika cadangan devisa negara semakin tinggi. Maka akan semakin tinggi juga tingkat stabilitas ekonomi dalam negara itu.
“Dengan membeli dan menggunakan produk buatan dalam negeri, berarti telah membantu meningkatkan pendapatan dan devisa negara. Hal ini juga berarti bahwa kita ikut serta dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” paparnya.
Manfaat selanjutnya yakni membuat produk buatan Indonesia dikenal di kancah internasional. Sebab semakin laku produknya, maka akan semakin banyak permintaan.
“Hal itu membuka peluang peluang bagi pedagang domestik untuk mengembangkan bisnisnya dan produktif untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Jika kualitas bagus maka kemungkinan untuk masuk pasar global semakin terbuka lebar,” jelasnya.
Pihaknya tidak hanya mendorong mencintai produk dalam negeri. Tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas UMKM, khususnya di Kabupaten Probolinggo.
“Sudah kita lakukan, melalui bantuan alat, dibantu dalam perizinan dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Dalam acara itu, hadir Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian perdagangan RI, Septo Soepriyatno, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto dan lainnya.
(Prasojo)




